KPU Tanah Datar Bekali Gen Z Soal Pemilu

oleh -55 Dilihat
sasar-gen-z,-kpu-tanah-datar-bekali-pemilih-pemula-dengan-pengetahuan-pemilu
Sasar Gen Z, KPU Tanah Datar Bekali Pemilih Pemula dengan Pengetahuan Pemilu

Batusangkar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanah Datar menyasar pemilih muda lewat program KPU Tanah Datar Mengajar di SMA Negeri 2 Batusangkar. Melalui kegiatan ini, lembaga penyelenggara pemilu itu memberikan pendidikan politik dasar agar siswa lebih aktif mengikuti perkembangan demokrasi dan pemilu.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Tanah Datar, Gusriyono, mengatakan pendidikan pemilih tetap dijalankan secara berkelanjutan meski tidak sedang memasuki tahapan pemilu. Kali ini, sasaran utama diarahkan kepada pemilih pemula.

“Pendidikan pemilih merupakan kegiatan yang terus dilakukan secara berkelanjutan di masa non tahapan ini. Kali ini sasaran kita pemilih pemula melalui KPU Tanah Datar Mengajar,” ujar Gusriyono usai mengajar di SMA 2 Batusangkar, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, KPU Tanah Datar masuk ke kelas dan menggelar pembelajaran tatap muka bersama para siswa. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pemilu dan demokrasi, lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi seperti proses belajar di kelas pada umumnya.

Gusriyono menjelaskan, sebagian besar siswa sudah memiliki KTP atau telah berusia 17 tahun. Dengan begitu, mereka akan masuk dalam daftar pemilih pada Pemilu 2029 mendatang.

“Dari itu, kita mengajak pemilih pemula ini untuk aktif dalam mengulik berbagai informasi tentang perkembangan pemilu dan demokrasi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan mereka menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas,” katanya.

Di sisi lain, para siswa juga menyampaikan harapan mereka untuk masa depan Indonesia. Salah satunya datang dari Ochtadira Qurrata, yang berharap program Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud bagi generasi Z dan generasi setelahnya.

“Impian saya terhadap Indonesia masa depan, suksesnya program Indonesia emas pada tahun 2045 buat kami gen z dan generasi-generasi berikutnya,” ujarnya.

Pelajar lainnya, Syamil Basayev, berharap Indonesia mampu menghindari pemimpin yang memakai kekuasaan untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

Ia juga menekankan harapannya agar rakyat Indonesia dapat menikmati dan mengolah sumber daya alam sendiri tanpa campur tangan pihak asing.

“Semoga rakyat Indonesia bisa menikmati dan mengolah sumber daya alam milik Indonesia sendiri, tanpa campur tangan warga negara asing. Sehingga rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera,” pungkasnya.