Rahmat Saleh Dorong Normalisasi untuk Selamatkan Lahan Pertanian Sumbar

oleh -33 Dilihat
ribuan-hektare-lahan-pertanian-sumbar-terdampak,-rahmat-saleh-dorong-normalisasi-segera
Ribuan Hektare Lahan Pertanian Sumbar Terdampak, Rahmat Saleh Dorong Normalisasi Segera

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang. Ia menilai langkah cepat diperlukan agar ribuan petani bisa segera kembali mengolah lahan dan melanjutkan masa tanam yang sempat terhenti.

Ribuan hektare lahan pertanian di Sumbar dilaporkan terdampak bencana tersebut. Sejumlah petani disebut kehilangan kesempatan tanam, sementara sebagian lahan dan saluran irigasi mengalami kerusakan parah.

“Pascabanjir bandang, ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera Barat terdampak dan banyak petani kehilangan masa tanamnya. Karena itu, saya terus mendorong percepatan normalisasi lahan pertanian agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi,” ujar Rahmat di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Rahmat, pemulihan sektor pertanian menjadi sangat penting karena sektor ini merupakan penopang utama ekonomi masyarakat di banyak daerah di Sumatera Barat. Ia menegaskan, semakin lama proses pemulihan tertunda, semakin besar pula dampak ekonomi yang harus ditanggung petani dan keluarganya.

Untuk mempercepat rehabilitasi, Rahmat meminta normalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan distribusi bantuan pertanian dilakukan secara serentak. Menurut dia, langkah itu bukan hanya menghidupkan kembali aktivitas pertanian, tetapi juga menjaga ketahanan pangan daerah.

Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat. Dana itu diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi lahan serta membantu petani kembali menanam dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumbar. Bantuan ini harus benar-benar dirasakan petani dan tepat sasaran di lapangan,” tegas Rahmat.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak terkait memastikan bantuan tidak tersendat di tingkat administrasi. Menurutnya, yang dibutuhkan petani saat ini adalah kepastian lahan mereka kembali produktif, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Memasuki masa sidang baru, Rahmat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pertanian dan keberpihakan kepada masyarakat terdampak bencana. Ia menilai pemulihan sawah dan aktivitas tanam menjadi langkah vital untuk menggerakkan kembali ekonomi warga.

“Ketahanan pangan dimulai dari pertanian yang kembali hidup dan petani yang kembali bisa menanam,” pungkasnya.