VIDA Luncurkan ID FraudShield Lawan Penipuan Digital

oleh -17 Dilihat
vida-luncurkan-id-fraudshield-hadapi-lonjakan-penipuan-digital
VIDA Luncurkan ID FraudShield Hadapi Lonjakan Penipuan Digital

Jakarta – Lonjakan penipuan digital mendorong VIDA memperkenalkan ID FraudShield, sistem pertahanan berlapis untuk mendeteksi dan menangkal ancaman penipuan identitas berbasis kecerdasan buatan secara real-time. Inovasi ini diluncurkan di tengah meningkatnya kasus kejahatan siber di Indonesia yang, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menimbulkan kerugian Rp9,1 triliun dalam periode November 2024 hingga Januari 2026.

VIDA resmi meluncurkan solusi tersebut dalam acara VIDA Beyond Liveness di Jakarta pada 6 Mei 2026. Perusahaan identitas digital dan pencegahan fraud itu menyebut ID FraudShield dirancang untuk memperkuat deteksi ancaman yang kian canggih dan sulit dikenali oleh sistem verifikasi konvensional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, yang membuka acara itu, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi gelombang scam digital. Ia menyebut, 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya penipuan setidaknya sekali dalam sepekan.

“Skala ancaman ini menuntut pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, mensinergikan kebijakan yang kokoh, peran aktif institusi, serta implementasi teknologi yang mumpuni,” kata Edwin.

Ia menambahkan, perlindungan digital yang efektif tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Menurut dia, seluruh ekosistem harus bergerak bersama, termasuk penyedia keamanan identitas digital seperti VIDA.

Peluncuran ID FraudShield juga dipicu oleh perubahan pola serangan para pelaku penipuan. Jika sebelumnya ancaman banyak berkutat pada manipulasi wajah, kini metode yang dipakai jauh lebih kompleks.

Para pelaku disebut menggunakan injection attacks untuk memasukkan gambar palsu ke dalam sistem verifikasi, emulator farms untuk menjalankan ribuan identitas tiruan sekaligus, serta GPS spoofing untuk memalsukan lokasi.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan keamanan digital harus terus berevolusi mengikuti pola serangan yang berkembang. “Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada pemeriksaan orangnya saja, tetapi juga harus memeriksa perangkat dan jaringannya secara simultan,” ujarnya.

Niki menjelaskan, ID FraudShield memberi visibilitas lebih luas untuk mendeteksi risiko yang kerap luput dari sistem standar. Solusi ini menggabungkan sejumlah kemampuan, mulai dari Biometric Liveness, Device Intelligence, Behavioral Analytics, Network and Location, Rule Engine, hingga ID Graph.

Biometric Liveness berfungsi melindungi sistem dari deepfake, spoofing, dan screen replay. Device Intelligence mendeteksi emulator, perangkat rooted atau jailbroken, serta aplikasi kloning. Sementara itu, Network and Location digunakan untuk menangkap anomali koneksi seperti VPN, proxy, dan GPS spoofing.

Sistem ini juga membaca perilaku pengguna selama proses verifikasi identitas berlangsung. Melalui ID Graph, VIDA menghubungkan data perangkat, dokumen, dan biometrik lintas sesi untuk mendeteksi synthetic identity, device farms, hingga rekening perantara atau mule accounts.

VIDA menilai inovasi itu penting bagi berbagai sektor keuangan, termasuk perbankan, multifinance, layanan pinjaman digital, asuransi, dan platform pembayaran. ID FraudShield disebut bisa membantu institusi memperkuat deteksi ancaman tanpa mengorbankan pengalaman pengguna maupun kepatuhan terhadap regulasi.

“Pengembangan solusi ini merupakan manifestasi atas temuan kami di lapangan mengenai kerentanan sistem liveness konvensional terhadap serangan canggih,” kata Niki.

Ia menegaskan VIDA berkomitmen membantu industri mengenali ancaman fraud yang selama ini belum terdeteksi oleh sistem standar.