Buka Penguatan Kompetensi Sekolah, Sekda Sumbar: Perlu  Kemandirian Lulusan

oleh -12 Dilihat
buka-penguatan-kompetensi-sekolah,-sekda-sumbar:-perlu -kemandirian-lulusan
Buka Penguatan Kompetensi Sekolah, Sekda Sumbar: Perlu  Kemandirian Lulusan

Bukittinggi – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, meminta sekolah tidak hanya fokus mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk siswa yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Penguatan Kompetensi Kepala Sekolah se-Cabang Dinas Wilayah I di Aula SMAN 1 Bukittinggi, Senin (11/5/2026).

Arry menegaskan, sekolah memegang peran penting dalam menanamkan jiwa kewirausahaan dan kemampuan beradaptasi kepada peserta didik di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat.

“Tidak semua lulusan SMA dan SMK dapat langsung terserap dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Karena itu, sekolah perlu menanamkan semangat kewirausahaan kepada siswa,” ujar Arry Yuswandi.

Ia menilai, pendidikan saat ini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga tangguh dan kreatif saat menghadapi kebutuhan dunia kerja. Karena itu, penguatan karakter dan kewirausahaan disebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Di sisi lain, Arry juga menyoroti tantangan kepala sekolah dalam pengelolaan Dana Refit atau Revitalisasi Tahun 2026. Program bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu ditujukan untuk mendukung perbaikan maupun pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya, pendampingan diperlukan agar pengelolaan dana berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai aturan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumbar akan memberikan pendampingan kepada sekolah dalam pengelolaan dana tersebut.

“Tentu kita berharap, pengelolaan Dana Refit ini, tidak hanya baik secara administrasi tapi juga sukses dari segi implementasi dan pertanggungjawabannya. Sehingga kita perlu dukungan melalui Biro PBJ,” ungkap Sekda.

Dalam kegiatan itu, panitia juga menghadirkan praktisi sebagai narasumber. Para pemateri berbagi pengalaman dengan peserta mengenai cara membangun jiwa kewirausahaan di lingkungan pendidikan.

Arry berharap kegiatan tersebut mampu mendorong lahirnya lulusan yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing, sehingga ke depan mereka tidak sepenuhnya bergantung pada sektor pemerintahan dalam mencari pekerjaan.