Padang – Aula Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Selasa (5/5), dipadati ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia saat pembukaan SANTIKA SYNTHESIS 2026. Ajang kolaborasi nasional yang digagas Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sosiologi FIS UNP itu menjadi ruang kompetisi sekaligus pertemuan gagasan lintas daerah, dengan tema “Write The Vision, Draw The Reality”. Tema tersebut mengajak generasi muda tidak hanya bermimpi, tetapi juga peka membaca dan merespons realitas sosial di sekitarnya. (SDG#4)
Kompetisi tahun ini diikuti 531 peserta Olimpiade Sosiologi tingkat SMA/sederajat dari 89 sekolah di 17 provinsi. Sementara itu, lomba tingkat mahasiswa yang meliputi esai dan video dokumenter diikuti 41 peserta dari 11 provinsi. Peserta terjauh datang dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang menempuh perjalanan lebih dari 2.000 kilometer ke Padang.
Ketua Pelaksana Aufa Raihan, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, mengatakan SANTIKA SYNTHESIS dirancang sejak awal sebagai wadah bertemunya gagasan dari berbagai daerah.
“Santika Synthesis dirancang sebagai ajang kolaborasi nasional antara mahasiswa dan pelajar tingkat SMA guna meningkatkan daya berpikir kritis di bidang sosial. Kami berharap ini bisa menjadi acuan bagi departemen lain di lingkungan UNP,” ujarnya. (SDG#17)
Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Monika Nur, S.Pd., M.Si., Ph.D, menegaskan bahwa sosiologi memegang peran penting dalam pendidikan masa kini.
“Sosiologi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap realita sosial, khususnya di zaman hedonis seperti sekarang ini,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan pendidikan sosial juga terlihat dari kehadiran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.A.P., MA, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah.
Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA, Ph.D, yang hadir mewakili Rektor UNP Ir. Dr. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D, menutup rangkaian sambutan dengan menekankan pentingnya ketajaman berpikir anak muda.
“Anak muda tidak cukup hanya memiliki cita-cita, tapi juga harus mampu membaca realita sosial, memahami perubahan masyarakat, dan menawarkan gagasan yang kritis, kreatif, dan solutif,” ujarnya.
Kepala Departemen Sosiologi UNP, Dr. Delmira Syafrini, S.Sos., MA, juga menyoroti masih minimnya perhatian terhadap ilmu sosial di ajang kompetisi tingkat nasional.
“Pada level nasional, ilmu sosial kurang mendapat perhatian di ajang olimpiade – padahal sosiologi berperan penting dalam membentuk cara berpikir analitis generasi penerus bangsa. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah ruang belajar, ruang bertemu, dan ruang bertumbuh,” katanya.
Sebagai penutup, UNP menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, serta MGMP Sosiologi kabupaten se-Sumatera Barat. Kesepakatan itu diharapkan memperkuat kolaborasi pengembangan pendidikan ilmu sosial di tingkat regional.






