Wawako Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha untuk Halal

oleh -15 Dilihat
wawako-bukittinggi-buka-pelatihan-juleha,-perkuat-pariwisata-halal-bukittinggi
Wawako Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha, Perkuat Pariwisata Halal Bukittinggi

Bukittinggi – Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal atau JULEHA yang digelar kolaborasi peternak bersama Kita Bisa di Aula MUI Kota Bukittinggi, Senin (4/05/2026).

Kegiatan ini mendapat perhatian karena dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya pelaku peternakan, dalam memastikan proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat dan standar halal.

Perwakilan Kita Bisa, Tomi, mengatakan JULEHA berperan sebagai lembaga yang membimbing tata cara penyembelihan sesuai syariat serta mendukung sertifikasi halal dari BPJPH.

Ia menegaskan pelatihan tersebut dibutuhkan agar praktik penyembelihan memenuhi ketentuan kehalalan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori dan praktik penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat JULEHA, serta memastikan setiap proses penyembelihan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Aidil Alfin, menjelaskan bahwa prinsip konsumsi sesuai syariat berlaku bagi seluruh manusia.

Menurut dia, aspek halal tidak hanya menyangkut jenis hewan, tetapi juga tata cara penyembelihan. Ia turut menekankan pentingnya kebersihan, kesehatan hewan, dan keberlanjutan, termasuk imbauan agar hewan betina produktif tidak disembelih.

“Pentingnya keseimbangan antara pengalaman dan teori dalam penyembelihan halal. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami metode yang benar dan mampu mengajarkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan JULEHA yang digagas Kita Bisa.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif dan bermanfaat, terutama bagi masyarakat di bidang peternakan, di tengah keterbatasan jumlah JULEHA yang baru mencapai sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional.

“Keberadaan Juru Sembelih Halal memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan pariwisata halal, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan,” ujarnya.