Rahmat Saleh Kawal Pemulihan Pertanian Sumbar Pascabanjir

oleh -16 Dilihat
rahmat-saleh-kawal-pemulihan-pertanian-sumbar-pascabanjir-bandang
Rahmat Saleh Kawal Pemulihan Pertanian Sumbar Pascabanjir Bandang

Padang – Anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh menegaskan akan mengawal pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Ia menilai perbaikan sektor ini harus dipercepat agar lahan warga kembali produktif dan bisa segera dimanfaatkan.

Pernyataan itu disampaikan Rahmat saat menyerap aspirasi warga di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026). Dalam pertemuan itu, ia juga mendengar langsung berbagai keluhan masyarakat setelah bencana melanda.

Rahmat mengatakan, Komisi IV DPR RI membawahi sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan. Karena itu, ia memberi perhatian pada kerusakan pertanian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.

“Alhamdulillah, Sumatera Barat sudah kita kawal untuk perbaikan akibat banjir bandang, terutama Kota Padang,” ujarnya.

Ia juga menyebut pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp320 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat. Dana tersebut telah disalurkan ke pemerintah provinsi untuk mendukung program perbaikan infrastruktur pertanian yang terdampak.

Menurut Rahmat, dukungan anggaran itu sangat penting karena pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Sumbar. Ia menegaskan pemulihan lahan dan sarana pertanian harus segera dilakukan agar produksi warga tidak terhenti terlalu lama.

“Karena itu, pemulihan lahan dan sarana pertanian harus segera dilakukan agar aktivitas produksi tidak terganggu terlalu lama,” katanya.

Rahmat mencontohkan kerusakan berat terjadi di Limau Manis, Padang. Ia menjelaskan, sawah warga di kawasan itu rusak setelah aliran sungai meluap saat banjir bandang menerjang.

“Mulai dari Batu Busuk sampai ke Pasar Baru, sawah masyarakat habis. Bahkan ada yang berubah jadi aliran sungai,” katanya.

Kondisi itu, lanjutnya, menunjukkan besarnya dampak bencana bagi para petani. Tidak hanya merusak lahan, banjir juga memutus sumber penghidupan warga yang selama ini bergantung pada hasil pertanian.

Rahmat memastikan pemerintah segera melakukan normalisasi dan optimalisasi lahan pertanian yang rusak agar kembali bisa dimanfaatkan. Ia berharap langkah itu dapat mempercepat pemulihan ekonomi warga pascabanjir.

Ia menegaskan pertanian harus menjadi prioritas penanganan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

“Kita berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga petani dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.