Padang – Staf Khusus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia mengunjungi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan mendapat sambutan langsung dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Dalam pertemuan itu, Kapolda menobatkan Rezka sebagai Sahabat Kapolda Sumatera Barat atas kontribusinya dalam mendorong penyelesaian persoalan pertanahan dan agraria di daerah itu.
Kapolda Sumbar mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarlembaga. Ia menegaskan, kerja sama antara Polri dan ATR/BPN bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kolaborasi dan sinergi yang kita bangun ini bukan sekadar hubungan antar instansi, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Polri dan ATR/BPN memiliki peran yang saling melengkapi dalam menangani berbagai persoalan pertanahan, penataan ruang, agraria, hingga percepatan program pembangunan. Karena itu, menurutnya, kedua institusi perlu terus memperkuat koordinasi.
Sebagai bentuk apresiasi, Gatot pun menyerahkan penghargaan khusus kepada Rezka. Ia menilai Rezka menunjukkan kepedulian tinggi dan konsisten bersinergi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di Ranah Minang.
“Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, komitmen, serta dukungan penuh yang diberikan demi kemajuan Sumatera Barat, pada kesempatan istimewa ini saya secara resmi menobatkan Ibu Rezka Oktoberia sebagai Sahabat Kapolda Sumatera Barat,” kata Kapolda.
Ia berharap kedekatan dan persahabatan yang sudah terjalin dapat semakin erat ke depan. Kapolda juga mengajak semua pihak terus bergandengan tangan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Sumbar.
“Mari kita terus bergandengan tangan, bersinergi dalam setiap langkah, dan pastikan setiap kebijakan serta program yang kita jalankan mampu memberikan manfaat nyata, dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat, serta membawa kemajuan bagi daerah kita tercinta,” ujarnya.
Rezka Oktoberia, yang akrab disapa Uni Rezka Okto, mengaku terhormat atas sambutan dan penghargaan yang diberikan Kapolda Sumbar. Ia menyebut penobatan itu menjadi amanah sekaligus dorongan bagi dirinya dan jajaran ATR/BPN di Sumatera Barat untuk bekerja lebih keras.
“Penobatan ini tentu sebuah amanah, dan yang pasti menjadi motivasi, energi tambahan bagi saya dan seluruh jajaran ATR/BPN Wilayah Sumatera Barat khususnya, untuk terus memberikan pelayanan terbaik, bekerja keras, kerja tuntas serta mendukung percepatan pembangunan program nasional,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin 27 April 2026.
Rezka menegaskan, sinergi dengan Polri sangat diperlukan untuk mengurai persoalan pertanahan dan agraria di Ranah Minang demi kepentingan masyarakat luas. Ia menyebut kerja sama itu mencakup pencegahan mafia tanah, penyelesaian konflik pertanahan, edukasi dan sosialisasi pertanahan, hingga dukungan terhadap penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban di bidang agraria.
“Dengan mendukung pencegahan mafia tanah, membantu penyelesaian konflik pertanahan, edukasi, sosialisasi pertanahan serta mendukung penegakan hukum dan menjaga kantibmas di bidang agraria guna menciptakan kepastian hukum dan menjaga keamanan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Polda Sumbar selama ini yang dinilainya sebagai mitra handal dalam mewujudkan tertib pertanahan, menyelesaikan sengketa tanah, dan mempercepat sertifikasi tanah di berbagai wilayah. Menurutnya, kerja sama dengan Polri akan terus dijaga agar hak atas tanah masyarakat terlindungi dan pembangunan berjalan lancar.
“Bersama Polri, kita akan terus berusaha memastikan hak atas tanah masyarakat terlindungi dan pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan,” katanya.
Rezka menambahkan, pertemuan tersebut menjadi momen strategis untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga pemerintah. Ia menilai sinergi Polri dan ATR/BPN penting untuk mengoptimalkan pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang.






