Kemen Ekraf dan IDA Perkuat Talenta Iklan Digital

oleh -82 Dilihat
perkuat-talenta-periklanan-digital,-kemen-ekraf-dan-ida-sukses-gelar-aktif-native-advertising-di-kota-pariaman
Perkuat Talenta Periklanan Digital, Kemen Ekraf dan IDA Sukses Gelar Aktif Native Advertising di Kota Pariaman

Pariaman – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat talenta periklanan digital di Sumatera Barat melalui pelatihan Aktif Native Advertising yang digelar di Balairung Wali Kota Pariaman. Kegiatan pada 17-18 April 2026 ini diikuti 75 peserta dari kalangan generasi muda, mahasiswa, dan pelaku UMKM, lalu ditutup pada Sabtu (18/4/2026) pukul 17.30 WIB.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi Kemen Ekraf dengan Indonesia Digital Association (IDA) serta mendapat dukungan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumbar. Program tersebut diposisikan sebagai langkah strategis untuk mendorong subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan baru, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pascabencana banjir.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, dalam pembukaan kegiatan mengatakan industri periklanan global diproyeksikan menembus 1 triliun dolar AS pada 2026. Di Indonesia, kata dia, penyerapan tenaga kerja di sektor itu juga naik 14 persen dalam setahun terakhir.

“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekonomi kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital. Melalui program Aktif Native Advertising, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mempromosikan potensi daerah dengan standar kualitas media nasional,” ujar Cecep Rukendi.

Fokus pelatihan diarahkan pada penguatan keterampilan peserta dalam native advertising, yakni cara mengemas iklan secara cerdas dan organik agar menyatu dengan konten. Cecep menilai, di tengah derasnya arus informasi, audiens cenderung menghindari iklan yang terasa mengganggu.

“Kita ingin para peserta belajar cara membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis dan menarik tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Kami ingin talenta di Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten,” katanya.

Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka langsung kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Direktur Periklanan Andy Ruswar, Direktur Penerbitan dan Fotografi Imam Santosa, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Selliane Halia Ishak, Ketua SMSI Sumatera Barat Zulnadi, Sekretaris SMSI Sumbar Gusfen Khairul, Ketua SMSI Kota Pariaman Ikhlas Darma Murya, Kadis Kominfo Kota Pariaman Andi, pimpinan perguruan tinggi di Pariaman dan Padang Pariaman, serta Ketua Kadin dan Ketua HIPMI Kota Pariaman.

Yota Balad menyebut kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah melalui platform digital.

“Pemerintah Kota berkomitmen penuh mendukung fasilitasi seperti ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menghasilkan karya visual berkualitas serta memperkenalkan potensi dan keunikan produk lokal Pariaman secara luas ke penjuru dunia,” ujarnya.

Untuk memastikan materi sesuai kebutuhan industri terkini, pelatihan ini menghadirkan mentor dari berbagai bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital. Mereka antara lain Muhammad Zulfikar dari National Geographic, Muin dan Febrizal sebagai praktisi jurnalisme dan editor video, Reiza Maspaitella dari Grid Voice, fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari, serta Aflili Sari dari Canvassador.

Tak hanya mengasah teknik, peserta juga mendapat pendampingan lanjutan untuk menyusun portofolio profesional. Hasil karya mereka diproyeksikan masuk ke media nasional sehingga membuka peluang kolaborasi dan monetisasi, sekaligus memberi jalan bagi peserta untuk terjun sebagai jurnalis warga.

“IDA mendukung penuh kolaborasi bersama Kemenekraf dengan membawa standar industri langsung ke daerah. Sinergi ini memastikan bahwa peserta belajar langsung dari praktisinya mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelas Ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S.

Selain materi pelatihan, peserta juga berkesempatan meraih apresiasi dari OPPO Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif mereka. Tujuh kelompok peserta juga menerima hadiah setiap sesi dari IDA berupa berbagai souvenir hasil UMKM.

Direktur Periklanan Kemenkraf Andy Ruswar yang menutup kegiatan itu mengaku terkesan dengan antusias peserta. Ia berharap semangat tersebut tetap terjaga selama pendampingan lanjutan tiga minggu ke depan.

“Sehingga benar-benar menjadi pelaku ekonomi kreatif yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan UMKM di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman,” kata Andy Ruswar.

Ia menambahkan, keberhasilan pelatihan bersama IDA membuka peluang kegiatan serupa digelar kembali di daerah lain. Menurut dia, perlu lebih banyak pelaku ekonomi kreatif berbasis periklanan digital agar dampaknya semakin besar bagi UMKM daerah.