NasDem Sumbar Kecam Cover Tempo, Tuntut Permintaan Maaf Resmi

oleh -35 Dilihat
dpw-nasdem-sumbar-kritik-cover-tempo,-minta-permintaan-maaf-resmi
DPW NasDem Sumbar Kritik Cover Tempo, Minta Permintaan Maaf Resmi

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat melayangkan protes keras terhadap Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026. Protes tersebut disampaikan dalam konferensi pers di NasDem Tower Sumbar, Selasa (14/4/2026), yang menyoroti visualisasi sampul majalah tersebut.

DPW Partai NasDem Sumbar menilai cover Majalah Tempo tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang beretika dan berimbang. Visualisasi yang ditampilkan dianggap telah melampaui batas kritik sehat serta membangun framing yang tidak proporsional terhadap tokoh bangsa, termasuk Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Atas dasar tersebut, DPW Partai NasDem Sumbar menuntut Majalah Tempo menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada Surya Paloh dan Partai NasDem melalui kanal media mereka.

Meski melayangkan kritik, NasDem Sumbar menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Namun, mereka menekankan bahwa kebebasan tersebut tidak bersifat mutlak dan harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi etika serta profesionalitas.

Menurut NasDem Sumbar, kritik seharusnya disampaikan berbasis data, fakta, dan substansi yang jelas. Pendekatan visual yang menyesatkan dinilai berpotensi membentuk opini publik yang keliru, sehingga jurnalisme harus tetap menjaga objektivitas dan martabat informasi.

Wakil Sekretaris Bidang Isu dan Kebijakan Publik NasDem Sumbar, Nasrul, menyatakan bahwa cover tersebut telah menimbulkan kegelisahan di Sumatera Barat.

“Cover ini sangat melukai hati. Kami berharap permintaan maaf ini segera direalisasikan,” ujar Nasrul.

Dalam kesempatan yang sama, Nasrul menegaskan bahwa seluruh jajaran Partai NasDem di Sumatera Barat tetap solid. Pihaknya berkomitmen menjaga marwah partai serta mendukung demokrasi yang sehat dengan tetap memegang teguh identitas sebagai partai restorasi dan perubahan.

Selain menanggapi isu cover majalah, konferensi pers tersebut juga menjadi ajang bagi DPW Partai NasDem Sumbar untuk menanggapi isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Nasrul menegaskan bahwa komitmen politik tanpa mahar yang diusung partai telah terbukti secara nyata.

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat melayangkan protes keras terhadap Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026. Mereka menuntut media tersebut menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, atas visualisasi sampul majalah yang dinilai tidak etis.

Dalam konferensi pers di NasDem Tower Sumbar, Selasa (14/4/2026), pengurus NasDem Sumbar menilai cover majalah tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat. Visualisasi yang ditampilkan dianggap membangun framing tidak proporsional terhadap tokoh bangsa, termasuk Surya Paloh.

Wakil Sekretaris Bidang Isu dan Kebijakan Publik NasDem Sumbar, Nasrul, menyatakan bahwa pemberitaan tersebut telah menimbulkan kegelisahan di kalangan kader. “Cover ini sangat melukai hati. Kami berharap permintaan maaf ini segera direalisasikan,” tegas Nasrul.

Meski melayangkan protes, NasDem Sumbar tetap menegaskan komitmennya terhadap kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Namun, mereka menekankan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta berbasis pada data dan fakta.

Nasrul menambahkan, sikap ini bukan bentuk penolakan terhadap kritik, melainkan upaya menjaga marwah partai dan kepercayaan publik. Menurutnya, pendekatan visual yang menyesatkan berpotensi membentuk opini publik yang keliru dan mencederai martabat informasi.

Di sisi lain, Nasrul memastikan seluruh jajaran Partai NasDem di Sumatera Barat tetap solid. Pihaknya terus memperkuat koordinasi di berbagai tingkatan, mulai dari DPR RI hingga DPRD kabupaten dan kota, dengan tetap memegang teguh prinsip politik tanpa mahar.

Terkait isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang tengah beredar, Nasrul menegaskan bahwa DPW NasDem Sumbar belum menerima arahan resmi dari pusat.

“Seperti kata Kak Willy Aditya, ini bukan masalah penggabungan, tetapi istilahnya adalah politik blok. Sampai sekarang belum ada arahan,” pungkasnya.