Gubernur Atasi Krisis Air, Terobos Sungai Gunung Nago

oleh -142 Dilihat
tanpa-ragu,-gubernur-terobos-sungai-gunung-nago-demi-atasi-krisis-air
Tanpa Ragu, Gubernur Terobos Sungai Gunung Nago Demi Atasi Krisis Air

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) meninjau langsung upaya pembenahan aliran sungai dan pasokan air bersih di kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (26/1/2026). Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.

Peninjauan ini bertujuan memastikan perbaikan jalur sungai Batang Gunung Nago berjalan lancar.

Gubernur menyatakan, kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Pemerintah Kota Padang dan koordinasi dengan pihak terkait.

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh rencana yang telah disepakati dapat direalisasikan di lapangan.

Kondisi kekeringan air saat ini dinilai cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.

Gubernur menyebutkan, masih ada empat kecamatan yang ketersediaan airnya belum sesuai harapan, yaitu Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara.

Saat ini, masyarakat masih mengandalkan tandon air yang ditempatkan di depan rumah.

Gubernur bersama rombongan meninjau sumber-sumber air bersih yang berpotensi dipasangi pipa untuk disalurkan ke tandon, sehingga masyarakat dapat memperoleh air bersih yang layak.

Selain aliran sungai, Gubernur juga meninjau pembenahan saluran irigasi di kawasan SMA 9 Padang.

Ia berharap dukungan masyarakat agar penanganan dapat berjalan optimal melalui sinergi Balai Wilayah Sungai, PSDA Provinsi, dan PUPR Kota Padang.

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKS, Rafdi, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Wali Kota Padang dan pihak terkait.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan terkait penyediaan pompa, percepatan intake, dan penyelesaian jalur irigasi.

Gubernur juga meninjau potensi solusi jangka panjang dengan mempertimbangkan pemasangan pipa untuk menyalurkan air, seperti yang telah diterapkan di Agam.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis air, khususnya di wilayah Kuranji.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur dan rombongan menyusuri sungai dengan berjalan kaki untuk melihat langsung kondisi aliran sungai.

Diharapkan, pembenahan jalur sungai dan sumber air yang terdampak banjir sebelumnya dapat kembali lancar, sehingga masalah air bersih dapat segera teratasi.