Sumbar Wajibkan Silek Minangkabau: Lestarikan, Ajarkan, Kuasai!

oleh -141 Dilihat
pemprov-sumbar-resmikan-silek-tradisi-minangkabau-sebagai-ekstrakurikuler-wajib-di-sma/smk/slb
Pemprov Sumbar Resmikan Silek Tradisi Minangkabau Sebagai Ekstrakurikuler Wajib di SMA/SMK/SLB

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, secara resmi meluncurkan program ini pada Sabtu (24/01/2026) di Halaman Kantor Gubernur Sumbar. Peluncuran ini juga diikuti secara daring oleh ribuan pelajar dan jajaran Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar.

Vasko Ruseimy menegaskan, kebijakan ini bukan hanya sekadar mengajarkan bela diri. Lebih dari itu, bertujuan untuk membentuk karakter, etika, dan jati diri generasi muda Minangkabau.

“Hari ini kita tidak lagi berbicara wacana. Silek Tradisi Minangkabau resmi kita hadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter,” tegas Vasko.

Menurut Vasko, silek tradisi Minangkabau mengandung nilai-nilai luhur adat, musyawarah, etika sosial, serta spiritualitas yang sejalan dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Melalui pendidikan formal, nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat sejak usia sekolah.

“Silek bukan hanya soal gerak fisik. Di dalamnya ada adab, ada etika, ada cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya,” ujarnya.

Pemprov Sumbar berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan silek tradisi yang sempat tergerus oleh perkembangan zaman.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2025.

Namun, saat ini telah didukung modul pembelajaran yang terstandar.

“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul.

Ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka. Hal ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi; Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi; jajaran pimpinan OPD terkait, pengurus IPSI Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta para tuo-tuo silek se-Sumatera Barat.