Padang – Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia (PGLI) menawarkan konsep pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta kepada Pemerintah Kota Padang. Tawaran ini disampaikan dalam audiensi dengan Walikota Padang, Fadly Amran, Kamis (15/1/2026).
Ketua PGLI, Hendra Amriz, memimpin langsung delegasi yang hadir di rumah dinas walikota.
PGLI mengusulkan pengembangan ekowisata dan ekoedukasi di Tahura Bung Hatta tanpa pembangunan fisik.
“Kami telah memiliki konsep tertulis optimalisasi fungsi Tahura Bung Hatta,” ujar Aldes Fitriadi, Wakil Bidang Program PGLI.
Program akan diawali dengan studi biodiversitas sebagai dasar pengembangan kawasan. Usulan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Besar PGLI tahun 2025.
Selain konservasi hutan, PGLI juga memiliki program di bidang konservasi sungai, pesisir, pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan kebencanaan.
PGLI sebelumnya berencana melakukan rehabilitasi mangrove di Pasir Putih, namun program tersebut ditunda akibat banjir yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025.
“Sebagian sumberdaya kami dialihkan untuk tanggap darurat bencana,” jelas Aldes.
Audiensi ini menjadi langkah awal kolaborasi antara PGLI dan Pemkot Padang dalam pengelolaan kawasan konservasi dan program lingkungan hidup.






