Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V bergerak cepat mengatasi dampak banjir bandang yang terus berulang di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026 ini menyebabkan perubahan drastis pada alur Sungai Batang Kuranji.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau lokasi pada Senin (5/1/2026), menegaskan pentingnya penanganan komprehensif terhadap sungai tersebut.
“Pemko Padang bersama BNPB dan BWS Sumatera V akan melakukan penanganan darurat tebing sungai sekaligus menyiapkan rencana pengamanan sungai jangka panjang,” ujar Fadly Amran.
Fokus utama saat ini adalah pemasangan batu bronjong dan pengelolaan sementara Daerah Aliran Sungai (DAS).
Targetnya, penanganan darurat ini selesai dalam tiga bulan ke depan untuk mengurangi risiko erosi tebing dan banjir susulan.
Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyatakan komitmen penuh dalam penanganan Sungai Batang Kuranji pascabencana.
“Untuk jangka pendek, kami fokus pada penanganan darurat seperti pemasangan bronjong dan pembersihan sementara sedimen untuk mengurangi risiko banjir susulan,” jelas Naryo Widodo.
Sementara itu, rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, termasuk normalisasi dan penguatan sungai secara menyeluruh, diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun.
Normalisasi sungai meliputi pendalaman, pelebaran alur sesuai desain, pembangunan tanggul permanen, serta pengelolaan DAS secara terpadu.
Proses ini membutuhkan studi mendalam, pengadaan lahan jika diperlukan, serta tahapan konstruksi yang aman dan berkelanjutan.
Normalisasi Sungai Batang Kuranji diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga Tabing Banda Gadang yang selama ini hidup dalam ancaman banjir berulang.
BWS V akan melakukan normalisasi sungai karena Batang Kuranji berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.






