Gubernur Mahyeldi: Wakaf Atasi Masalah Umat, Potensi Besar

oleh -127 Dilihat
gubernur-mahyeldi:-wakaf-punya-potensi-besar-menjawab-persoalan-umat
Gubernur Mahyeldi: Wakaf Punya Potensi Besar Menjawab Persoalan Umat

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional untuk memaksimalkan potensi besar aset wakaf demi kemaslahatan umat dan pembangunan. Penegasan ini disampaikan saat membuka secara resmi Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX di Padang, Minggu (21/12/2025).

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi komitmen para peserta nazhir wakaf dalam mengelola amanah umat. Ia menyoroti bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar, namun belum seluruhnya terkelola secara optimal.

“Potensi wakaf kita luar biasa besar, namun belum seluruhnya terkelola secara maksimal,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, wakaf memiliki kapasitas untuk menjadi solusi berbagai persoalan umat, termasuk dalam mendukung pembiayaan pembangunan. Mahyeldi mencontohkan keberhasilan pengelolaan wakaf di negara maju seperti Mesir, yang menjadikan wakaf sebagai budaya.

“Kenapa Al-Azhar bisa besar dan kuat? Karena wakaf sudah menjadi budaya di Mesir. Bahkan, ketika seseorang wafat, ada wasiat untuk mewakafkan hartanya. Pahala wakaf ini terus mengalir,” ungkapnya.

Potensi wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun. Namun, untuk mengoptimalkan manfaatnya, diperlukan lembaga pengelola yang profesional dan berintegritas.

“Sumatera Barat sejak dulu selalu memberi kontribusi bagi peradaban bangsa. Salah satunya melalui pengelolaan wakaf. Karena itu, kita perlu menyiapkan nazhir yang kompeten, amanah, dan profesional,” tegas Mahyeldi.

Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. Helmi Hamidah, melaporkan bahwa saat ini terdapat 6.940 nazhir wakaf di Indonesia, dengan sekitar 400 di antaranya berasal dari Sumatera Barat.

“Sumatera Barat termasuk provinsi yang lebih awal bergerak dalam pengelolaan wakaf. Lembaga nazhir memiliki peran strategis untuk menginventarisasi dan mengoptimalkan aset wakaf,” jelas Helmi Hamidah.