Wapres Gibran Tinjau Korban Bencana di Agam: Pastikan Bantuan dan Pemulihan Dipercepat

oleh -131 Dilihat
wapres-gibran-tinjau-korban-bencana-di-agam:-pastikan-bantuan-dan-pemulihan-dipercepat
Wapres Gibran Tinjau Korban Bencana di Agam: Pastikan Bantuan dan Pemulihan Dipercepat

Agam – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung dampak bencana alam di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (4/12/2025), dengan fokus utama pada percepatan bantuan dan pemulihan wilayah terdampak. Prioritas awal adalah perbaikan akses komunikasi dan jalan untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan.

Menurut Gibran, langkah selanjutnya akan mencakup perbaikan fasilitas kesehatan, sekolah, jembatan, dan jalan. “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Bapak Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk mempercepat proses pemulihan. Distribusi bantuan lewat jalur darat, udara, dan laut akan terus digenjot,” ujarnya.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan di pengungsian. Gibran menekankan pentingnya memastikan tenda yang layak, makanan tiga kali sehari, air bersih, serta perhatian khusus untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil. “Saya minta Kepala Daerah, BNPB, TNI-Polri memastikan tenda layak, makan tiga kali sehari, air bersih, serta perhatian khusus untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” katanya.

Gibran menambahkan bahwa masukan dari masyarakat di lapangan telah dicatat dan akan dilaporkan kepada Presiden. “Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi untuk mempercepat pemulihan. Semua akan kami laporkan ke Bapak Presiden,” tuturnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menjelaskan bahwa Kabupaten Agam mengalami dampak terparah dengan jumlah korban dan kerusakan terluas, terutama pada lahan pertanian dan permukiman. Pemerintah pusat telah menjamin pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan bantuan untuk rumah warga yang terdampak.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, pakaian, dan air bersih. Suplai air bersih terus diupayakan dengan bantuan BUMN dan BUMD, sementara akses komunikasi mulai terbantu dengan layanan Starlink. “Berdasarkan catatan kita, hingga saat ini masih ada sekitar seratusan korban yang belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan,” ungkap Mahyeldi.

Bupati Agam, Benni Warlis, melaporkan bahwa 169 korban telah ditemukan, namun 84 lainnya masih dinyatakan hilang. Lebih dari 15.000 warga berada di pengungsian dan sekitar 20.000 lainnya terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Bantuan telah didistribusikan melalui jalur darat dan udara, termasuk ke wilayah terpencil seperti Tanjung Sani dan Sungai Batang.

Kerusakan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, dan sawah. “Untuk penanganan itu, kami masih membutuhkan tambahan alat berat,” kata Benni Warlis.

Benni mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk BNPB, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota lain di Sumbar, serta bantuan dari Provinsi Riau dan Sumatera Selatan. “Agam tidak akan mampu menangani ini sendirian. Dengan kehadiran Pak Wapres, kami optimis kondisi akan pulih kembali. Mudah-mudahan tangisan masyarakat hari ini bisa berubah menjadi senyuman,” pungkasnya.