Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah perlambatan ekonomi. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan dukungan anggaran untuk kegiatan bimbingan teknis bagi para pelaku UMKM.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan komitmennya dalam memperhatikan dan membantu UMKM. “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tidak bisa hanya dilakukan pemerintah,” ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi dan kerjasama semua pihak, termasuk dunia usaha.
Menurut Muhidi, UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, peran tersebut perlu diperkuat agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu naik kelas. Ia menambahkan, saat ini dibutuhkan pengusaha yang adaptif, kreatif, dan inovatif agar bisa bersaing di tengah perubahan teknologi dan informasi yang begitu cepat.
Bimbingan teknis bagi pelaku UMKM telah dilaksanakan selama setahun terakhir. Saat ini, tengah berlangsung bimbingan teknis Pluzi Academy angkatan ke XIII di Plut KUMKM Sumatera Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir pelaku UMKM, serta menambah wawasan, keterampilan, dan motivasi dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat bahwa perekonomian Sumatera Barat pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 3,36 persen. Kepala BPS Sumatera Barat, Sugeng Arianto, menjelaskan bahwa meskipun mengalami pertumbuhan dibandingkan triwulan yang sama tahun 2024, terjadi perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sektor industri menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.






