Gubernur Mahyeldi Bahas Pertumbuhan Ekonomi Bersama BPS Sumbar

oleh -204 Dilihat
gubernur-mahyeldi-bahas-pertumbuhan-ekonomi-bersama-bps-sumbar
Gubernur Mahyeldi Bahas Pertumbuhan Ekonomi Bersama BPS Sumbar

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui relokasi industri strategis. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumatera Barat dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar pada Kamis, 6 November 2025, di ruang kerja gubernur.

Pertemuan yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt Kepala Bappeda Sumbar, Kadis Perindag, serta perwakilan Diskominfotik dan dinas terkait lainnya, membahas capaian kinerja sektor unggulan Sumatera Barat pada triwulan III tahun 2025.

Berdasarkan data BPS, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatatkan peningkatan produksi telur ayam, daging ayam ras, kelapa sawit, kopi, dan tembakau. Sementara itu, sektor Perdagangan menunjukkan tren positif dengan meningkatnya aktivitas perdagangan besar dan eceran, termasuk perdagangan daring, yang dipicu oleh kenaikan pasokan barang domestik dan impor.

Namun, sektor Transportasi dan Pergudangan mengalami penurunan. Jumlah penumpang dan barang angkutan udara turun masing-masing sebesar 7,06% dan 0,94%, serta penurunan pada angkutan darat.

Gubernur Sumatera Barat menyoroti pentingnya penguatan strategi ekspor dan relasi antarwilayah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Ia juga menekankan perlunya relokasi industri ke daerah-daerah potensial seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan tujuan mendekatkan produsen dengan sumber bahan baku. “Kalau bisa, industri kita jangan semuanya terpusat di Padang. Sebagian sebaiknya diarahkan ke daerah yang punya potensi bahan baku supaya rantai pasoknya lebih efisien dan nilai tambahnya kembali ke daerah,” ujarnya.

Kepala BPS Sumbar mengingatkan bahwa relokasi industri perlu perencanaan yang matang. Ia mencontohkan kasus pabrik karet yang tutup karena biaya logistik yang tinggi akibat jarak antara kebun dan pabrik. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa industri minyak sawit (CPO) di Sumbar memiliki daya saing yang kuat. “Kami mendorong investor membangun industri di titik strategis, terutama di daerah perbatasan, agar arus barang tetap mengarah ke Sumbar,” katanya.

Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya pengelolaan dan pelaporan data ekonomi daerah. BPS berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan memberikan pelatihan bagi petugas data di setiap perangkat daerah agar pencatatan dan pelaporan lebih akurat dan sesuai standar.

Gubernur Sumatera Barat menekankan pentingnya validitas data dalam mendukung arah kebijakan pembangunan daerah. “Kita perlu memastikan semua transaksi dan data ekonomi terekam dengan baik. Ini jadi dasar untuk mengambil kebijakan yang tepat,” pungkasnya.