Mahyeldi Dorong Smart Food B2SA: Masyarakat Sehat, Mandiri

oleh -129 Dilihat
gubernur-mahyeldi:-program-smart-food-b2sa-untuk-membangun-masyarakat-sehat-dan-peduli-gizi
Gubernur Mahyeldi: Program Smart Food B2SA Untuk Membangun Masyarakat Sehat dan Peduli Gizi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya mendorong diversifikasi pangan lokal guna mengurangi ketergantungan pada beras. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan acara Smart Food B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang berlangsung meriah di halaman Kantor Dinas Pangan Provinsi Sumbar, Rabu (5/11/2025).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa program Smart Food B2SA merupakan langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya gizi. “Kegiatan ini sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pangan yang sehat, bersih, dan berkualitas,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada aspek keamanan dan kehalalannya. “Kita tidak hanya bicara cukup makan, tapi juga makan yang aman dan halalan thayyibah. Itu kewajiban pemerintah memastikan rakyat mendapat pangan yang layak,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat. “Konsumsi beras kita masih tinggi. Karena itu, diversifikasi pangan harus kita dorong. Ubi, labu, dan sagu bisa jadi bahan makanan bergizi dan lebih hemat,” jelasnya. Ia mencontohkan, “Di Mentawai, misalnya, bisa makan pisang dengan gulai ikan, lamak bana tu!”

Selain itu, Mahyeldi menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jajanan anak sekolah. Ia meminta Dinas Pangan dan OKKPD untuk memastikan keamanan pangan yang dijual. “Kalau ada kasus keracunan, dapurnya harus ditutup sementara dan dievaluasi. Ini soal kesehatan masyarakat, jadi tidak boleh disepelekan,” katanya.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari stabilitas bangsa. “Bahkan, katanya perang dunia nanti bisa dipicu oleh persoalan pangan. Jadi, menjaga ketahanan pangan itu sama dengan menjaga ketahanan bangsa,” ungkapnya.

Acara yang bertajuk “Untuk Ranah Minang Tagok Pangan” ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk Festival Minang Day Culinary, lomba olahan pangan lokal yang diikuti oleh 19 perwakilan kabupaten/kota, Pangan Got Talent, apresiasi untuk P-KRPL, dan gelar pangan murah.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang percepatan diversifikasi pangan. “Berbagai program telah dijalankan, di antaranya Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan (P-KRPL), Peningkatan Pengolahan dan Pengembangan Pangan Lokal, serta Kampanye Menu Makan Sehat B2SA,” terangnya.

Iqbal juga melaporkan bahwa Sumatera Barat kini berada di posisi delapan besar nasional dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 89,0 pada 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, Bupati dan Wakil Bupati se-Sumbar, Ketua Tim Penggerak PKK, BKOW, Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan Bank Indonesia, Bulog, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Mahyeldi menutup sambutannya dengan harapan, “Semoga masyarakat Sumbar selalu tercukupi pangannya dan dijauhkan dari makanan yang membahayakan kesehatan,” sebelum membuka acara secara resmi.