Wagub Vasko Buka Konferensi Bencana, Minta Masukan untuk Sumbar

oleh -130 Dilihat
konferensi-internasional-mitigasi-dan-manajemen-bencana,-wagub-vasko:-semoga-berdampak-bagi-sumbar
Konferensi Internasional Mitigasi dan Manajemen Bencana, Wagub Vasko: Semoga Berdampak bagi Sumbar

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kehadirannya di daerah, terutama dalam upaya mitigasi bencana. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat membuka Konferensi Internasional tentang Mitigasi dan Manajemen Bencana di Universitas Andalas (Unand), Senin (29/9/2025).

“Pemprov Sumbar berharap BNPB lebih sering turun ke daerah, tidak hanya saat bencana terjadi,” tegasnya.

Vasko menekankan pentingnya kehadiran BNPB dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada daerah-daerah yang rawan bencana, seperti wilayah pesisir Sumatera Barat yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman megathrust.

Dalam kesempatan tersebut, Vasko juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi internasional yang menghadirkan para peneliti dari berbagai negara. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada penelitian internasional.

“Kita mengajak peserta, termasuk Dubes Australia, melihat langsung keindahan alam dan budaya Sumbar, sembari menekankan pentingnya melindungi aset manusia dan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vasko meminta masukan dari para peneliti terkait aspek pembangunan fisik dan non-fisik yang dapat meningkatkan ketangguhan Sumatera Barat terhadap bencana.

Sebagai informasi, Sumatera Barat memiliki pengalaman pahit dengan bencana besar, seperti gempa bumi tahun 2009 yang menyebabkan lebih dari 1.100 korban jiwa dan kerugian ekonomi mencapai Rp22 triliun. Data ini menjadi dasar pentingnya upaya mitigasi dan penelitian berkelanjutan.

Konferensi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, serta sivitas akademika Universitas Andalas.