Diskusi Buku “Verses From the Soul” Pererat Silaturrahmi Penyair Indonesia-India

oleh -147 Dilihat
diskusi-buku-“verses-from-the-soul”-pererat-silaturrahmi-penyair-indonesia-india
Diskusi Buku “Verses From the Soul” Pererat Silaturrahmi Penyair Indonesia-India

Padang – Diskusi internasional yang membahas buku “Verses from the Soul” karya Sastri Bakry, sebuah antologi puisi dwibahasa (Inggris dan Bangla), menyoroti peran penting sastra dalam mempererat hubungan antar budaya dan negara. Buku ini diterbitkan oleh ISISAR India dan merupakan hasil kolaborasi dengan SatuPena Sumatera Barat.

Armaidi Tanjung, dalam pidato pembukaannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris melalui platform Zoom pada Jumat (26/9/2025) malam, menyatakan bahwa kehadiran penulis dan pecinta buku dari Indonesia dan India menunjukkan kemampuan diskusi buku dalam membangun silaturahmi antar negara melalui sastra.

“Buku yang ditulis Sastri Bakry membawa kita pada perjalanan emosi, pikiran, dan renungan, yang diungkapkan dengan indah dalam bahasa Indonesia dan India,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa karya tersebut bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan sebuah perayaan atas pengalaman bersama umat manusia yang melampaui batas dan bahasa. Ia juga menyebutkan bahwa karya puisi Sastri Bakry berjudul “Sakti” baru-baru ini didiskusikan di PDS HB Jassin TIM Jakarta.

Armaidi menyampaikan apresiasi kepada para pembicara yang mengupas buku “Verses from the Soul”, termasuk Aminur Rahman dari Bangladesh, Sudipta Chatterjee dari India yang merupakan penerjemah sekaligus penyair, Siamir Marulafau dari Aceh yang merupakan akademisi dan penyair, serta Endut Ahadiat, Rina Marnita, dan Chye Retty Isnendes dari berbagai universitas di Indonesia.

Sudipta Chatterjee mengungkapkan bahwa “Verses from the Soul” mendapatkan sambutan positif di kalangan penyair dan mahasiswa di Banglore, yang mendorongnya untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Bangla. “Puisi-puisi yang ditulis dalam buku ‘Verses from the Soul’ menjiwai si penulisnya. Sehingga menarik orang untuk membacanya, hal itulah yang mendorong saya menerjemahkan ke bahasa Bangla agar orang lebih banyak membacanya,” katanya.

Aminur Rahman, seorang apoteker, penyair, dan konsultan IMLF, mengapresiasi puisi Sastri dalam bahasa Bangla sebagai bukti kedekatan hubungan antara India dan Indonesia.

Keempat akademisi yang hadir memberikan analisis mendalam dari sudut pandang akademik, menyimpulkan bahwa karya sastra merupakan ekspresi jiwa terhadap ketidakadilan, kezaliman, penghargaan, cinta, dan pengamatan tajam terhadap realitas. Diskusi diakhiri dengan pembacaan puisi oleh penyair Azizah Abdul Azis dari Malaysia dan Sastri Bakry sendiri.