Yosmeri Soroti Keracunan MBG, Muhammadiyah Siap Sediakan Makanan Siswa

oleh -229 Dilihat
mbg-dibully.?-yosmeri:-kok-bisa-ratusan-anak-keracunan?-muhammadiyah-bertahun-sediakan-makanan-siswa
MBG Dibully..? Yosmeri: Kok Bisa Ratusan Anak Keracunan? Muhammadiyah Bertahun Sediakan Makanan Siswa

Padang – Keracunan massal yang menimpa siswa penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumatra Barat, Yosmeri, mempertanyakan efektivitas implementasi program tersebut.

Yosmeri pada Jumat (3/10-2025) di Padang, menyoroti standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan dalam program MBG. “Memang semua ada standar operasi prosedur (SOP) nya, mulai dari awal sampai penyajian kepara siswa, tapi apakah SOP itu bagus di atas kertas saja? Aneh, kalau ribuan dan banyak daerah ada korban keracunan atas program sangat mulia dari Bapak Presiden kita,” ujarnya.

Ia menduga bahwa permasalahan utama terletak pada penunjukan vendor yang kurang kompeten. “Ini persoalan pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya. Diduga ada yayasan yang menjadi vendor dari program MBG, umur akte hukumnya belum setahun dan belum pula teruji bisa menyediakan makanan bergizi porsi besar,” ungkapnya.

Yosmeri menekankan bahwa program MBG seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, melainkan juga mengemban misi mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. “MBG kata Yosmeri Yusuf, jangan orientasi bisnis saja, ada misi mulia dari presiden untuk seluruh anak Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengerjaan program MBG. Yosmeri mengusulkan agar penyediaan makanan bergizi diserahkan kepada organisasi masyarakat (ormas) Islam yang dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang tersebut. “Menurut saya harusnya Badan Gizi Nasional menyerahkan MBG ke Ormas-Ormas Islam, saya pastikan mereka telah berpengalaman dalam penyediaan makanan bergizi itu,” katanya.

Sebagai contoh, Yosmeri menunjuk Muhammadiyah yang telah puluhan tahun berpengalaman dalam menyediakan makanan bergizi melalui berbagai institusi pendidikan, rumah sakit, dan panti asuhan. “Allhamdulillah tidak ada yang keracunan, bahkan makanan disediakan memenuhi standar gizi kok, seperti Pesantren di Kauman Padang Panjang, sudah puluhan tahun kami menyediakan makanan bergizi kepada santri yang setiap tahun jumlahnya 800 santri, belum panti asuhan, di Sumbar ada 56 panti yang dikelola Muhammadiyah, terus rumah sakit, pasien disediakan menu bergizi juga, aman karena dikerjakan oleh para expert dan empirisnya sudah teruji dan terbukti,” jelasnya.

Ia meyakini bahwa ormas-ormas Islam lainnya, seperti NU dan Perti, juga memiliki kemampuan yang sama dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas. “Insya Allah dan Allhamdulillah gak ada keracunan itu,” pungkasnya.