Wali Kota Pekanbaru Buka MTQ Rumbai Timur, Syiarkan Al-Qur’an

oleh -323 Dilihat
mtq-tingkat-kecamatan-rumbai-timur-dibuka-wali-kota-pekanbaru
MTQ Tingkat Kecamatan Rumbai Timur Dibuka Wali Kota Pekanbaru

Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggencarkan program “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an” melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan mendukung penuh pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-5 di Kecamatan Rumbai Timur. Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Camat Rumbai Timur, Syamsuddin, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga dalam mengikuti MTQ. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan generasi Qurani di wilayahnya. “Harapan kami, ke depan tidak ada lagi anak-anak yang tamat SD di Rumbai Timur tanpa bisa membaca Al-Qur’an,” ujarnya pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Ia menambahkan bahwa MTQ ini menjadi langkah nyata dalam membangun fondasi generasi Qurani.

Sebanyak 49 peserta ambil bagian dalam MTQ Rumbai Timur tahun ini, yang terbagi dalam empat cabang utama, meliputi tilawah anak-anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, dan tahfidz satu juz (kategori anak-anak). “Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan peserta khusus tahfidz yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal ayat-ayat suci,” ungkap Syamsuddin. Ia juga berharap agar persaingan dalam MTQ tetap sehat dan positif, serta memotivasi semua peserta untuk terus bersemangat membaca Al-Qur’an.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota, yaitu “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an”. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami isi kitab suci di kalangan generasi muda. “Dari data yang kita miliki, sekitar 50 persen anak-anak di Pekanbaru masih belum bisa membaca Al-Qur’an. Karena itu, kami hadir dengan program ini untuk mendorong perubahan,” kata Agung.

Menurut Agung, konsep program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an dirancang sederhana namun konsisten. Para siswa, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, diarahkan untuk membaca Al-Qur’an selama 15 menit setiap pagi, tiga kali dalam sepekan. “Dengan pola ini, pemerintah berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.

Agung berharap melalui MTQ ini, anak-anak tidak hanya pandai membaca, tetapi juga benar-benar memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, beriman, dan berakhlak mulia.