Agam – Di tengah proses evakuasi warga yang terdampak bencana di Nagari Maninjau, Universitas Negeri Padang (UNP) Peduli bersama J&T Cargo menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan yang terlantar. Aksi ini menjadi sorotan di tengah upaya penanganan dampak bencana yang lebih luas.
Fokus utama penanganan bencana memang tertuju pada keselamatan manusia. Namun, tidak sedikit hewan peliharaan yang terpaksa ditinggalkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Kucing-kucing yang biasanya bergantung pada pemiliknya kini harus berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan yang tidak aman, berdebu, dan basah.
Menyikapi situasi tersebut, Tim UNP Peduli bergerak cepat. Bersama mitra dari J&T, relawan menyisir wilayah terdampak, mencari kucing-kucing yang kelaparan, dan memberikan makanan. Upaya ini dilakukan untuk membantu hewan-hewan tersebut bertahan sambil menunggu pemiliknya kembali.
Salah seorang relawan UNP Peduli mengungkapkan, “Kami menemukan sejumlah kucing mondar-mandir sedang mencari makan. Mereka seperti kebingungan dan jelas sangat lapar. Bagi kami, mereka juga korban bencana yang perlu dibantu.”
Selain memberikan makanan, tim juga berupaya mengingatkan warga yang masih berada di sekitar lokasi untuk memperhatikan hewan peliharaan saat evakuasi. Mereka juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memasukkan keselamatan hewan dalam rencana tanggap darurat keluarga.
Aksi kemanusiaan ini menjadi simbol bahwa empati dapat diberikan kepada semua makhluk hidup. Di tengah duka dan tekanan akibat bencana, kepedulian yang ditunjukkan oleh Tim UNP Peduli dan J&T Cargo menjadi pengingat bahwa setiap kehidupan layak mendapatkan perlindungan.
Kisah ini menegaskan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Di Nagari Maninjau, solidaritas hadir tidak hanya untuk warga yang mengungsi, tetapi juga untuk hewan-hewan kecil yang setia menanti kepulangan pemiliknya.






