Bonjol – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan pulang kampung ke Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026). Kedatangannya disambut meriah oleh masyarakat setempat di Museum Tuanku Imam Bonjol, Tugu Equator.
Dalam kunjungan tersebut, Rano Karno menyempatkan diri berziarah ke makam neneknya. Ia juga meninjau kediaman dokter Achmad Muchtar serta Benteng Gunuang Tajadi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi Makan Bajamba di rumah tua peninggalan mendiang ayahnya, Soekarno M. Noer, di Kampuang Jambak, Nagari Ganggo Hilia.
Pada acara Makan Bajamba, Rano Karno didampingi oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat setempat. Pertemuan ini menjadi momen silaturahmi yang telah lama dinantikan oleh keluarga dan warga Bonjol.
“Saya berkunjung ke rumah pusako ini untuk mengirim doa dan tahlil bersama keluarga. Sekaligus bertemu Wali Nagari dan dunsanak saya di Bonjol dan Pasaman untuk bersilaturahmi,” ujar Rano Karno di sela-sela kegiatan.
Rano mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan ketiganya ke Bonjol. Ia mengaku ingin terus menjaga hubungan kekeluargaan dan sejarah leluhurnya yang berasal dari Kampung Jambak. Menurutnya, upaya memperbaiki rumah keluarga merupakan bentuk komitmen agar sejarah silsilah keluarga tidak terputus.
Lebih lanjut, Rano menjelaskan bahwa kunjungan ini juga merupakan pemenuhan amanah mendiang ibundanya. Sebelum wafat, sang ibu sempat berwasiat untuk berkunjung ke Bonjol, Pasaman.
“Selain membawa amanah beliau, saya juga ingin menyambung kembali silsilah keluarga agar tidak putus. Mudah-mudahan ini bukan akhir, tetapi awal agar ke depan bisa lebih sering bertemu lagi,” tuturnya.
Kehadiran Rano Karno di Bonjol kali ini turut dihadiri oleh sejumlah kerabatnya yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Sumatera Utara. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada media yang telah meliput kunjungannya ke Ranah Minang tersebut.Bonjol – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melakukan kunjungan pulang kampung ke Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026). Kedatangannya disambut meriah oleh masyarakat setempat di Museum Tuanku Imam Bonjol, Tugu Equator.
Dalam kunjungan tersebut, Rano Karno yang didampingi Bupati Pasaman Welly Suhery serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat, menyempatkan diri berziarah ke makam neneknya. Ia juga mengunjungi kediaman dokter Achmad Muchtar, Benteng Gunuang Tajadi, dan menutup rangkaian kegiatan dengan tradisi Makan Bajamba di rumah tua peninggalan mendiang ayahnya, Soekarno M. Noer, di Kampuang Jambak, Nagari Ganggo Hilia.
Rano Karno mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya menyambung kembali silsilah keluarga yang sempat terputus. Ia menyebut telah mengunjungi Bonjol sebanyak tiga kali, namun jeda waktu kunjungan terakhir sudah mencapai 10 tahun.
“Saya berkunjung ke rumah pusako ini untuk mengirim doa dan tahlil bersama keluarga. Sekaligus bertemu Wali Nagari dan dunsanak saya di Bonjol dan Pasaman umumnya,” ujar Rano Karno di sela-sela acara Makan Bajamba.
Lebih lanjut, aktor sekaligus sutradara ini menjelaskan bahwa kepulangannya ke Bonjol merupakan pemenuhan amanah mendiang ibundanya. Sebelum wafat, sang ibu sempat berwasiat ingin berkunjung ke kampung halaman di Bonjol, Pasaman.
“Selain membawa amanah beliau, saya juga mencari semua silsilah agar tidak putus. Kami juga ingin memperbaiki rumah almarhum keluarga, walau kecil dan sederhana, itu bagian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan,” tuturnya.
Rano Karno berharap kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan kekeluargaan di masa depan. Ia pun mengapresiasi antusiasme keluarga besar, termasuk kerabat yang datang dari luar Sumatera Barat, seperti Sumatera Utara, untuk berkumpul di Bonjol.






