UNP Bangun Migran Centre: Layani Pekerja Luar Negeri!

oleh -225 Dilihat
unp-resmikan-migran-centre-pertama-di-luar-jawa,-dirjen-p3kln:-jadi-one-stop-service
UNP Resmikan Migran Centre Pertama di Luar Jawa, Dirjen P3KLN: Jadi One Stop Service

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) meresmikan Migran Centre, sebuah pusat layanan terpadu yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. UNP menjadi perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa, dan yang kedua di Indonesia, yang memiliki fasilitas tersebut.

Peresmian Migran Centre UNP dilaksanakan pada hari Jumat (28/6/2024), bertepatan dengan pelaksanaan Wisuda UNP ke-139 periode Juni hari pertama. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dwi Setiawan Susanto, dan Rektor UNP, Krismadinata.

Momentum peresmian ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rektor UNP dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kesepahaman ini mencakup kerjasama dalam program persiapan dan penempatan calon pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Dwi Setiawan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah strategis UNP dalam membangun fasilitas lengkap serta menyiapkan sistem pembinaan terintegrasi bagi mahasiswa sejak dini. “Migran Centre ini merupakan one stop service. Tidak hanya menyiapkan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, tapi juga karakter, empati, kesabaran, dan loyalitas yang menjadi keunggulan pekerja migran Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Auditorium UNP.

Lebih lanjut, Dwi Setiawan menyoroti kontribusi signifikan pekerja migran Indonesia terhadap perekonomian daerah melalui remitansi. “Di satu desa saja bisa ada 200 orang migran yang mengirim hingga lebih dari 500 juta rupiah per bulan. Artinya, Migran Centre ini bukan hanya soal lapangan kerja, tapi juga tentang dampak ekonomi nyata,” jelasnya.

Senior Eksekutif UNP, Ganefri, menjelaskan bahwa Migran Centre UNP dibangun dengan dukungan Kementerian Ketenagakerjaan dan terbuka untuk lulusan perguruan tinggi di Sumatera Barat, khususnya pascasarjana, serta masyarakat umum. “Ini bukti komitmen UNP untuk berkontribusi menyiapkan SDM Sumbar agar bisa mengambil peluang kerja di luar negeri, khususnya di negara-negara seperti Jepang, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong,” ungkap Ganefri.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi bahasa, Migran Centre UNP menyediakan pelatihan empat bahasa utama, yaitu Inggris, Jepang, Arab, dan Mandarin. UNP juga akan menjadi tuan rumah Confucius Institute pada bulan Oktober mendatang, sebuah pusat pengembangan bahasa dan budaya Mandarin yang didukung oleh Tianjin Foreign Studies University, Tiongkok.

Ganefri menambahkan bahwa UNP siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja global di berbagai sektor, termasuk keperawatan, hospitaliti, teknik, serta mendukung penyelenggaraan haji di luar negeri. Berbagai skema penempatan akan dijajaki, termasuk skema antarpemerintah (G2G), swasta (G2P), dan keterlibatan diaspora Indonesia yang memiliki usaha di negara tujuan.