Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyatakan dukungan penuh terhadap program Klinik UMKM Minang Bangkit yang diinisiasi oleh Kementerian UMKM RI.
Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, pascabencana hidrometeorologi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
“Kami meyakini Klinik UMKM Minang Bangkit akan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, terutama pelaku UMKM,” ujar Mahyeldi saat mengikuti Rapat Koordinasi Klinik UMKM Bangkit Pascabencana secara daring, Rabu (21/1/2026).
Mahyeldi mengimbau pelaku UMKM terdampak bencana untuk segera melakukan pendataan melalui Klinik UMKM yang telah disediakan.
“Mari kita bangun kembali usaha kita, kita hidupkan kembali ekonomi nagari,” ajaknya.
Gubernur berharap Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi pusat kebangkitan ekonomi rakyat, bukan hanya sekadar tempat konsultasi.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menjelaskan bahwa Klinik UMKM Bangkit menyediakan tiga layanan utama: pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi.
Kementerian UMKM akan mengoordinasikan dan mengolaborasikan seluruh mitra terkait untuk mendukung program ini.
Siti menambahkan, kehadiran Klinik UMKM Bangkit diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Saat ini, Pemprov Sumbar bersama Kementerian UMKM terus melakukan pemetaan data UMKM terdampak bencana secara bertahap.
Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat dan perbankan agar program pemulihan berjalan tepat sasaran.
Selain akses pembiayaan, pelaku UMKM juga akan memperoleh pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, serta peningkatan kapasitas produksi.
Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak untuk mendukung layanan pembiayaan, termasuk perbankan, lembaga keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program Klinik UMKM Bangkit merupakan bagian dari inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Data yang dihimpun akan digunakan sebagai dasar penyusunan program bantuan dan pemulihan usaha, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.






