Sumbar Monitorkan Pilot Project Sekolah Ramah Anak di MAN 2 Padang

oleh -19 Dilihat
monitoring-pilot-project-sekolah-ramah-anak-tingkat-sumbar-digelar-di-man-2-padang
Monitoring Pilot Project Sekolah Ramah Anak Tingkat Sumbar Digelar di MAN 2 Padang

Padang – Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) Provinsi Sumatera Barat menggelar monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah sekolah, madrasah, dan pondok pesantren pilot project di Kota Padang. Kegiatan yang dipusatkan di MAN 2 Padang pada Selasa (2/6/2026) itu juga menjadi ajang penegasan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Sejumlah lembaga ikut dalam evaluasi tersebut, yakni MAN 2 Padang, SMKN 1 Sumatera Barat, SMK Pertanian Padang, dan Pondok Pesantren Ar Risalah.

Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sumbar, Joben, menilai lembaga pendidikan perlu memperkuat langkah perlindungan anak di tengah sorotan publik terhadap maraknya kasus kekerasan seksual.

“Sangat miris melihat banyaknya berita viral tentang kekerasan seksual. Kita harus memulihkan situasi ini karena berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren,” kata Joben.

Ia juga menekankan pentingnya publikasi kegiatan positif yang dilakukan lembaga pendidikan agar program sekolah ramah anak semakin mendapat dukungan.

“Viralkan informasi positif yang ada di sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Kita harus mendukung sekolah ramah anak,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Padang Ahmad Asdi menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena madrasah yang dipimpinnya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan monev sekolah ramah anak tingkat provinsi.

“Kami merasa tersanjung atas terpilihnya MAN 2 Padang sebagai tempat pelaksanaan monitoring dan evaluasi pilot project sekolah ramah anak,” ujarnya.

Ketua Komite MAN 2 Padang, Syaifunir Husein, sementara itu mengingatkan pentingnya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi perkembangan peserta didik. Ia menilai langkah antisipasi harus dilakukan sejak awal sebelum masalah membesar.

Ketua Tim SRA Sumbar Lili Fitriani menegaskan bahwa setiap program perlu didukung data dan bukti yang terukur agar pelaksanaannya dapat dievaluasi secara objektif.

Dari hasil evaluasi, MAN 2 Padang dan Pondok Pesantren Ar Risalah dinilai sudah melengkapi dokumen dan eviden yang dibutuhkan. Adapun SMKN 1 Sumatera Barat dan SMK Pertanian Padang masih diminta melengkapi sejumlah eviden pendukung.

Kegiatan itu ditutup dengan penyerahan wakaf Al Quran dari Biro Kesra Pemprov Sumbar. MAN 2 Padang dan Pondok Pesantren Ar Risalah masing-masing menerima 60 mushaf, sedangkan SMKN 1 Sumatera Barat dan SMK Pertanian Padang masing-masing menerima 40 mushaf.