Bekasi – Ketersediaan air bersih yang memadai menjadi perhatian utama bagi kawasan industri dan permukiman di Bekasi dan sekitarnya. Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur air minum dan jaminan ketersediaan air baku berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Nevi saat kunjungan kerja ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).
Nevi menilai SPAM Regional Jatiluhur, dengan kapasitas produksi 4.750 liter per detik, sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah metropolitan seperti Bekasi dan Karawang.
“Bekasi adalah pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ketersediaan air bersih yang cukup, stabil, dan terjangkau sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan,” kata Nevi.
Politisi PKS ini menyoroti optimalisasi distribusi air curah dari SPAM Jatiluhur sebagai tantangan utama. Ia mendorong koordinasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan PDAM sebagai offtaker untuk memaksimalkan penyerapan kapasitas produksi.
Nevi juga menekankan pentingnya peralihan industri dari penggunaan air tanah ke air perpipaan untuk mencegah penurunan muka tanah.
“Penggunaan air tanah berlebihan dapat menyebabkan penurunan muka tanah dan kerusakan lingkungan. Pembangunan infrastruktur air perpipaan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain itu, Nevi menyoroti perlunya keseimbangan antara kelayakan finansial proyek dan keterjangkauan tarif air bagi masyarakat. Ia berharap tarif air curah mendukung keberlanjutan investasi tanpa membebani masyarakat dan pelaku usaha.
Nevi mendorong sinergi antara berbagai pihak terkait, termasuk Badan Pengelola BUMN, Danantara Asset Management, PT Wijaya Karya, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, dan Perum Jasa Tirta, untuk memastikan SPAM Jatiluhur menjadi fondasi ketahanan air bersih nasional, khususnya di kawasan industri strategis Jawa Barat.






