Solok Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Akhiri Kemarau

oleh -133 Dilihat
warga-solok-gelar-salat-istisqa,-harapkan-turunnya-hujan-usai-3-bulan-kemarau
Warga Solok Gelar Salat Istisqa, Harapkan Turunnya Hujan Usai 3 Bulan Kemarau

Solok – Ratusan warga Kota Solok melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Merdeka pada Kamis (10/07/2025), sebagai upaya memohon hujan setelah dilanda kemarau panjang selama lebih dari tiga bulan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Solok bersama Wakil Wali Kota, serta diikuti oleh Sekretaris Daerah, pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, camat, lurah, dan masyarakat setempat.

Salat Istisqa, yang merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Muslim dalam memohon hujan kepada Allah SWT, dilakukan sebagai respons terhadap penurunan curah hujan yang drastis di Kota Solok dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian dan penurunan debit air di berbagai sumber air masyarakat.

“Melalui ikhtiar ini, kita berharap segala kesalahan bisa diampuni dan juga bisa diberikan hujan di tengah kekeringan yang melanda, dan hujan segera turun mengguyur Kota Solok,” ujar Wali Kota Solok dalam sambutannya usai pelaksanaan salat, sebagaimana dikutip dari Prokopim setempat.

Lapangan Merdeka dipadati oleh umat Islam dari berbagai kalangan yang datang dengan harapan dan keikhlasan agar bencana kekeringan segera berakhir. Pelaksanaan salat berlangsung khidmat, dipimpin oleh imam dan khatib yang menyampaikan pesan-pesan keimanan dan pentingnya menjaga lingkungan.

Sejumlah warga yang hadir mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka didorong oleh dampak musim kemarau yang mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan air bersih mulai menipis, dan sebagian petani mengeluhkan gagal panen akibat keringnya lahan pertanian.

Pemerintah Kota Solok sebelumnya telah mengambil berbagai langkah antisipatif, termasuk distribusi air bersih dan imbauan penghematan air. Namun, kondisi kekeringan yang berkepanjangan mendorong dilakukannya pendekatan spiritual sebagai bentuk kepasrahan dan harapan kepada Yang Maha Kuasa.

Salat Istisqa ini menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi ujian alam, sinergi antara usaha manusia dan doa harus sejalan.