Smart Surau Bakal Jadi Pusat Pendidikan dan Peradaban Umat di Padang

oleh -360 Dilihat
smart-surau-bakal-jadi-pusat-pendidikan-dan-peradaban-umat-di-padang
Smart Surau Bakal Jadi Pusat Pendidikan dan Peradaban Umat di Padang

Padang – Pemerintah Kota Padang menggencarkan program Smart Surau sebagai upaya revitalisasi fungsi tempat ibadah. Program ini diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan umat yang terintegrasi dengan nilai-nilai modern.

Sosialisasi program Smart Surau digelar di Aula Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Sabtu (23/8/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga perwakilan madrasah dari tingkat MIN hingga MAN.

Dalam sambutannya, Jasman, Kabag Kesra Kota Padang, yang mewakili Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan bahwa Smart Surau merupakan langkah konkret untuk mengembalikan peran surau seperti di masa lalu, namun dengan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

“Smart Surau kita wujudkan sebagai pusat ibadah yang smart dan inklusif, sekaligus sebagai pusat pendidikan, sosial ekonomi, hingga penguatan keluarga dan budaya lokal,” ujarnya. Ia menambahkan, “Surau tidak hanya tempat Salat, tapi juga pusat lahirnya generasi berkarakter agamis dan unggul.”

Konsep Smart Surau, menurut Jasman, merupakan implementasi dari falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” yang sejak lama menjadikan surau sebagai fondasi moral dan pendidikan.

“Dulu dengan fasilitas sederhana saja, Surau bisa melahirkan tokoh besar bangsa seperti Bung Hatta, Agus Salim, dan Tan Malaka,” jelasnya. “Sekarang saatnya kita mengoptimalkan kembali fungsi Surau agar melahirkan generasi emas dan berkarakter yang siap menghadapi tantangan zaman.”

Program Smart Surau juga terintegrasi dengan kartu Padang Juara, yang memberikan fasilitas pendidikan gratis berupa seragam dan buku LKS, tanpa memandang status sekolah negeri atau swasta.

Selain itu, Pemko Padang berencana melakukan penyeragaman kurikulum pendidikan agama, sertifikasi guru TPG, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau ibadah berjamaah siswa.

“Mulai 1 Oktober 2025, seluruh siswa SD kelas 4-6, SMP, hingga SMA diwajibkan shalat berjamaah Subuh, Magrib, dan Isya di masjid atau mushala lingkungan masing-masing,” ungkap Jasman.

Ia menambahkan bahwa kehadiran siswa akan dipantau melalui sistem barcode yang terhubung dengan sekolah dan Kementerian Agama.

Rinaldi, Kasubbag Kemenag Kota Padang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemko Padang yang melibatkan Kemenag secara aktif dalam program Smart Surau.

“Program Smart Surau sejalan dengan visi Kemenag dalam penguatan pendidikan keagamaan,” tuturnya. “Kami berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang karena telah memberi ruang bagi Kemenag untuk terlibat langsung. Ini membuktikan bahwa pengembangan keagamaan adalah tanggung jawab bersama.”