Satu Nagari Satu Event Lestarikan Adat, Wawako Payakumbuh Mendukung

oleh -217 Dilihat
satu-nagari-satu-event-di-nagari-payobasuang,-wawako-elzadaswarman-beri-dukungan-pelestarian-adat 
Satu Nagari Satu Event di Nagari Payobasuang, Wawako Elzadaswarman Beri Dukungan Pelestarian Adat 

Payakumbuh – Kanagarian Payobasuang menghidupkan kembali tradisi Batanam Ukhi, sebuah prosesi adat yang kaya akan nilai-nilai filosofis, sebagai bagian dari program Satu Nagari Satu Event pada Minggu (24/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada generasi muda.

Prosesi adat Batanam Ukhi dimulai dengan kedatangan rombongan bako yang membawa talam berisi hidangan khas seperti kalamai, ladu, ikan paweh, dan gulai pisang batu campur ayam. Hidangan ini memiliki simbolisme tersendiri dalam kehidupan masyarakat Payobasuang. Para perempuan dari pihak bako, mengenakan pakaian adat, melakukan prosesi menancapkan ladiang sebanyak tujuh langkah sebagai simbol kesuburan. Acara dilanjutkan dengan babodak di bawah payung dan pembagian botiah kepada anak-anak.

Wakil Wali Kota Elzadaswarman menekankan pentingnya pelestarian adat dan budaya di tengah modernisasi. “Pelestarian dan pengembangan adat di nagari harus berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah; Adat Salingka Nagari, Syara’ Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru,” ujarnya. Pemerintah Kota Payakumbuh, menurutnya, mendukung penuh kegiatan adat melalui penguatan lembaga adat seperti LKAAM, KAN, dan Bundo Kanduang, termasuk dukungan anggaran.

Elzadaswarman menambahkan bahwa prosesi Batanam Ukhi merupakan warisan budaya khas Payobasuang yang perlu dijaga. Ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap simbol adat dapat tertanam dalam diri generasi muda. “Kami ingin anak nagari semakin mencintai adatnya sendiri. Prosesi ini bukan sekadar seremonial, tetapi upaya menanamkan akhlak, etika, serta memperkuat identitas budaya,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota beradat dan destinasi wisata budaya.

Acara ini ditutup dengan makan bajamba yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Masyarakat terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi adat hingga pertunjukan seni budaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, Ketua GOW Rosmayeni Elzadaswarman, Ketua LKAAM YB Dt. Parmato Alam, Ketua Bundo Kanduang Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur, KAN 10 Nagori se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang se-Kota Payakumbuh, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, dan generasi muda Payobasuang.

Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kegiatan Satu Nagari Satu Event dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk melestarikan adat, memperkuat kebersamaan, dan membuka peluang wisata budaya yang bermanfaat bagi ekonomi nagari.