Agam – Warga pesisir Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, menerima bantuan logistik melalui jalur laut setelah akses darat terputus akibat banjir dan longsor. Inisiatif ini dilakukan untuk mengatasi kendala distribusi bantuan yang terhambat.
Pada hari Sabtu, 29 November 2025, bantuan berupa 10 karung beras, 10 kardus mi instan, 10 ikat telur, saus sambal, serta lima tabung gas LPG 3 kilogram dikirimkan ke wilayah Labuhan menggunakan perahu nelayan. Bantuan ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat Nagari Batuhampar, Lubuk Basung.
Menurutnya, pengiriman melalui jalur laut dipilih sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terisolasi. “Kalau menunggu jalur darat pulih, warga bisa semakin kesulitan. Makanya kami pilih jalur laut agar bantuan cepat sampai,” ujarnya.
Ia juga menyerukan kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kerjasama dalam upaya pemulihan pascabencana. Dukungan berkelanjutan, menurutnya, sangat penting bagi warga untuk memulihkan kegiatan ekonomi dan sosial mereka.
Saat ini, relawan dan masyarakat terus melakukan pendataan tambahan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga di berbagai lokasi terdampak. Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi aksesibilitas di lapangan.






