Ribuan Orang Ikuti Prosesi Maarak Saroban Jelang Oyak Tabuik

oleh -139 Dilihat
prosesi-maarak-saroban-jelang-puncak-oyak-tabuik-diikuti-ribuan-orang
Prosesi Maarak Saroban Jelang Puncak Oyak Tabuik Diikuti Ribuan Orang

Pariaman – Ribuan warga memadati lokasi prosesi ketujuh dalam rangkaian pembuatan Tabuik Budaya Pariaman, yaitu tradisi “Maarak Saroban” yang dilaksanakan oleh dua kelompok anak Tabuik, Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Prosesi ini berlangsung pada hari kedelapan Muharram 1447 H.

Tradisi Maarak Saroban, yang sarat akan makna dan simbolisme, mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai keberanian, kebenaran, dan perlawanan terhadap kezaliman yang diperjuangkan oleh Husein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Dalam prosesi ini, biasanya terjadi perselisihan antara dua kelompok tabuik. Namun, pada malam itu, perselisihan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat tidak terjadi.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, peniadaan prosesi basalisiah dalam acara Maarak Saroban dilakukan setelah melalui rapat evaluasi dengan tuo Tabuik Pasa dan tuo Tabuik Subarang. “Untuk malam ini proses basalisiah diacara maarak saroban memang kami tiadakan setelah melalui rapat evaluasi dengan tuo tabuik pasa dan tuo tabuik subarang, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, seperti dilansir dari Pariamankota.go.id, Minggu (6/7/2025).

Keputusan ini diambil untuk meredam situasi yang memanas sejak awal prosesi basalisiah mengambil tanah hingga Maarak Jari-jari, serta karena rentang waktu antara prosesi tabuik dengan acara puncak yang sangat dekat.

Ferialdi menambahkan, “Atas kesepakatan kedua belah pihak dari tuo tabuik pasa dan tuo tabuik subarang maka basalisiah ditiadakan tanpa mengurangi esensi dari acara prosesi maarak saroban yang dilakukan malam ini.”

Tokoh Masyarakat dan Pengamat Seni dan Pariwisata Kota Pariaman, Firman Syakri Pribadi atau Adjo Fe, menyetujui pernyataan Ferialdi.

“Walaupun tidak terjadi perselisihan malam ini, tapi pertunjukan yang diberikan oleh dua kelompok tabuik masih bisa memberikan tontonan yang menarik bagi pengunjung, dan tidak menghilangkan makna dari prosesi tabuik itu sendiri,” kata Adjo Fe.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian tabuik sebagai identitas kolektif orang Pariaman. “Secara pribadi saya melihat tabuik itu perlu dilestarikan, karena tabuik adalah identitas kolektif orang Pariaman. Dengan bertabuik, kita bisa memelihara silaturahmi, bisa memelihara semangat kegotong royongan, bisa memelihara solidaritas dan tabuik juga sebentuk undangan atau moment bagi warga Pariaman yang merantau untuk bisa pulang ke kampung halamannya,” jelasnya.

Adjo Fe menambahkan bahwa perbedaan pendapat mengenai arti tabuik adalah hal yang wajar. “Sekali lagi saya sampaikan, secara pribadi saya sangat mendukung sekali tabuik ini diadakan karena memberikan dampak dan manfaat yang positif untuk kita warga Pariaman,” pungkasnya.