Bogor – Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia melalui program Sekolah Rakyat (SR) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini menargetkan pembangunan 100 unit sekolah berasrama setiap tahunnya.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengungkapkan, SR menjadi salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan.
“Pak Prabowo menyusun program prioritas, solusi memutus kemiskinan dengan Sekolah Rakyat dan Kemensos dimandatkan Pak Presiden untuk membangun Sekolah Rakyat,” ujar Agus Jabo saat menjadi pemateri pada Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Kemhan RI, Bogor, Jumat (30/1/2026).
Menurut Agus Jabo, Kemensos RI menjadi operator utama dalam menjalankan program SR.
Ia juga menargetkan penurunan angka kemiskinan di bawah 5 persen pada tahun 2029, dari angka saat ini yang masih berada di 8 persen.
Agus Jabo menjelaskan, SR didasarkan pada Inpres 8 tahun 2025 dan tidak mengenal diskriminasi sosial atau ekonomi. Pembiayaan SR berasal dari APBN dengan indeks Rp 4 juta per bulan atau Rp 48 juta per tahun per anak.
“SR ini bukti nyata komitmen Presiden memuliakan saudara sebangsa dan setanah air yang miskin,” tegasnya.
Sejak Maret 2025, sudah ada 166 titik SR dengan 16 ribu siswa, 1.500 guru, dan 8.400 tenaga pendidikan.
Kemensos juga berkolaborasi dengan kementerian lain seperti Kementerian PUPR dan Kemendikbudristek, serta TNI/Polri untuk pendidikan karakter.
Pada tahun 2026, ditargetkan akan berdiri 200 titik SR. Agus Jabo berharap semua pihak dapat mendukung program mulia ini.






