PPIH Debarkasi Padang Sambut Jemaah Haji Bengkulu

oleh -17 Dilihat
ppih-debarkasi-padang-sambut-kepulangan-jemaah-haji-asal-bengkulu
PPIH Debarkasi Padang Sambut Kepulangan Jemaah Haji Asal Bengkulu

Padang – Sebanyak 393 jemaah haji dan petugas Kloter 2 Debarkasi Padang asal Provinsi Bengkulu tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (5/6/2026) dini hari.

Rombongan ini mendarat menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 3802 pada pukul 03.19 WIB. Kedatangan mereka disambut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, memimpin langsung penyambutan para jemaah di bandara. Ia menyampaikan rasa syukur atas lancarnya proses pemulangan kloter kedua tersebut.

“Alhamdulillah, selamat datang kembali di Tanah Air. Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Semoga amal ibadah diterima Allah SWT dan kembali ke keluarga dengan membawa kemabruran,” ujar Rifki saat menyapa jemaah.

Berdasarkan laporan petugas kloter, seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat. Rifki juga menyebutkan pihaknya menerima banyak testimoni positif terkait pelayanan petugas selama di Tanah Suci.

Pelayanan itu mencakup pendampingan di Madinah dan Makkah, hingga rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebagai bentuk penghargaan, PPIH Debarkasi Padang mengalungkan bunga dan menyerahkan sertifikat kepada enam petugas Kloter 2. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi mereka selama lebih dari satu bulan mendampingi jemaah.

Rifki menilai para petugas bekerja dengan beban tinggi karena harus siaga hampir 24 jam dengan jumlah personel terbatas. Banyak di antara mereka, kata dia, rela memangkas waktu istirahat demi memastikan pelayanan berjalan optimal, termasuk dalam pendampingan kesehatan dan pelaksanaan ibadah.

Setelah transit sekitar empat jam di BIM, para jemaah melanjutkan perjalanan ke Bengkulu dengan dua penerbangan Lion Air.

Hingga 5 Juni 2026, PPIH Embarkasi Padang mencatat tujuh jemaah wafat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri atas lima jemaah asal Sumatera Barat dan dua jemaah asal Bengkulu.