Pesisir Selatan Gulirkan Beasiswa: Satu Kecamatan, Satu Sarjana

oleh -243 Dilihat
pesisir-selatan-luncurkan-program-beasiswa-satu-kecamatan-satu-sarjana
Pesisir Selatan Luncurkan Program Beasiswa Satu Kecamatan Satu Sarjana

Padang – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meluncurkan program Beasiswa Satu Kecamatan Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025, sebagai wujud komitmen untuk mencerdaskan masyarakat melalui visi “Nagari Pandai”. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Pesisir Selatan, yang bertujuan memberikan kesempatan kuliah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh kecamatan.

Pengumuman resmi program SKSS tertuang dalam surat nomor 137/BAZNAS-PS/VII/2025 yang dikeluarkan BAZNAS Kabupaten Pesisir Selatan pada 1 Juli 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua BAZNAS, Yose Leonardo.

Beasiswa ini diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga miskin yang belum memiliki anggota keluarga dengan gelar sarjana (S1). Program ini diharapkan dapat meratakan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat nagari.

Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa program ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun SDM nagari yang unggul. “Kami tidak ingin ada satu pun anak nagari yang terhambat kuliah karena kemiskinan. Melalui SKSS, kita ingin hadirkan minimal satu sarjana dari tiap kecamatan yang bisa kembali membangun nagarinya,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi pemerintah daerah pada Minggu, 6 Juli 2025.

Hendrajoni menambahkan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. “SKSS bukan hanya program beasiswa, tetapi gerakan pemberdayaan masyarakat. Mereka yang dibantu harus pulang dan mengabdi untuk memajukan nagari masing-masing. Kita ingin SDM lokal menjadi pemimpin di kampungnya sendiri,” katanya. Menurutnya, pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

Program ini juga menekankan pentingnya religiusitas dan karakter moral. Peserta beasiswa diwajibkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan hafal minimal satu juz, yang harus dibuktikan dengan sertifikat. “Sarjana yang kita harapkan bukan hanya cerdas, tapi juga punya akhlak. Mereka harus menjadi teladan di tengah masyarakat,” ucap Hendrajoni.

Selain syarat religius, peserta juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan sosial, termasuk surat permohonan kepada pimpinan BAZNAS, surat keterangan miskin dari wali nagari yang diketahui camat, surat keterangan belum menikah, fotokopi KTP, KK, Kartu Mahasiswa, serta pasfoto terbaru dan foto rumah sebagai bukti kondisi sosial ekonomi.

Calon peserta harus merupakan mahasiswa semester II yang akan memasuki semester III, dibuktikan dengan surat keterangan aktif kuliah. Semua dokumen harus dirangkap dan dijilid warna hijau, kemudian dikumpulkan langsung ke Kantor BAZNAS Pesisir Selatan mulai 7 Juli 2025 hingga 11 Juli 2025, pada jam kerja.

Panitia akan melakukan seleksi administrasi dan verifikasi lapangan dengan pendekatan transparansi, partisipasi, dan keadilan sosial. Tahapan tes dan seleksi akan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di kantor BAZNAS, dan pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 18 Juli 2025.

Yose Leonardo menyatakan bahwa SKSS merupakan sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam menciptakan generasi yang tangguh dan mandiri. “Program ini bukan hanya memberi bantuan kuliah, tetapi memberi harapan baru bagi keluarga miskin untuk bangkit melalui pendidikan,” ujarnya.

Yose juga menekankan bahwa SKSS adalah bagian dari strategi pemberdayaan yang lebih besar. “Kami ingin para penerima beasiswa ini menjadi agen perubahan. Mereka tidak boleh berhenti setelah lulus, tapi harus kembali dan memberi manfaat bagi nagari. Itulah tujuan utama dari program ini,” tegasnya. BAZNAS akan terus memantau dan mendampingi perkembangan peserta agar tujuan program tercapai secara optimal.

Dengan adanya SKSS, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan bahwa visi “Nagari Pandai” adalah langkah nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketimpangan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang maju secara intelektual, berakhlak, dan berdaya.