Pemprov Sumbar Dorong HS Code Khusus dan Hilirisasi untuk Perkuat Daya Saing Gambir

oleh -231 Dilihat
pemprov-sumbar-dorong-hs-code-khusus-dan-hilirisasi-untuk-perkuat-daya-saing-gambir
Pemprov Sumbar Dorong HS Code Khusus dan Hilirisasi untuk Perkuat Daya Saing Gambir

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya mendongkrak daya saing komoditas gambir di pasar global melalui serangkaian strategi terpadu. Langkah ini mencakup hilirisasi produk, ekspansi pasar, dan yang terpenting, percepatan penetapan HS Code khusus untuk gambir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial, menjelaskan bahwa selama ini gambir Indonesia diekspor dengan menggunakan HS Code generik, seperti “ekstrak nabati” atau “tanin.” Kondisi ini dinilai merugikan eksportir dalam persaingan di pasar internasional.

“Kondisi ini menyebabkan harga mudah ditekan pembeli, sulit mendapatkan perlakuan tarif khusus, dan belum memungkinkan kita membangun branding ‘Gambir Indonesia’,” ungkap Novrial di Padang, Senin (17/11/2025).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar menginisiasi penetapan HS Code spesifik untuk gambir. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengakuan internasional yang lebih baik dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut, sehingga menguntungkan petani dan pelaku usaha gambir beserta produk turunannya. “Itulah yang sedang kita perjuangkan. HS Code spesifik gambir untuk memperkuat daya saing dan memberi nilai tambah nyata bagi petani dan daerah,” tegasnya.

Menanggapi upaya tersebut, pakar pemasaran dari Universitas Putra Indonesia YPTK, Vicky Brama Kumbara, menilai bahwa penetapan HS Code spesifik akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan daya saing gambir Sumbar di pasar internasional. “Ini berita baik untuk petani gambir di Sumbar. Penetapan HS Code spesifik perlu didorong agar komoditas gambir bisa naik kelas di pasar internasional,” ujarnya.

Menurutnya, HS Code spesifik akan membuka peluang untuk premiumisasi, diversifikasi produk olahan, dan penetrasi ke industri bernilai tinggi seperti kosmetik, farmasi, dan pangan, yang memerlukan standar mutu ketat dan ketertelusuran. “Dengan HS Code yang tepat, gambir tidak lagi dipandang sebagai komoditas bahan baku murah. Ini juga membuka ruang kuat untuk membuat komoditas gambir memiliki branding, harga lebih baik, dan pasar yang jauh lebih luas,” pungkasnya.