Agam – Pemkab Agam mulai mematangkan strategi transformasi masjid sebagai pusat inkubasi ekonomi dan kreativitas warga melalui program Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM). Langkah ini dilakukan guna memastikan program tersebut mampu mencetak wirausaha muda serta memperkuat sektor UMKM di tingkat nagari.
Bupati Agam, Benni Warlis, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi NCHBM di Aula Bappeda Agam, Kamis (25/6), menegaskan bahwa masjid harus memiliki fungsi multifaset. Ia ingin keberadaan rumah ibadah di wilayahnya tidak sekadar menjadi tempat ritual keagamaan semata.
“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan shalat lima waktu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan pengembangan generasi,” ujar Benni.
Menurut Benni, penguatan peran masjid ini merupakan implementasi nyata dari semangat ‘Bangkik dari Surau’. Tujuannya adalah melahirkan generasi masa depan yang produktif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Dalam rapat tersebut, Benni menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera menyusun intervensi teknis sesuai bidang masing-masing. Pemerintah nagari juga didorong untuk lebih proaktif menggerakkan potensi lokal agar manfaat dari program NCHBM benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Handria Asmi, menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi momen krusial untuk menyelaraskan persepsi sekaligus membedah capaian kinerja selama satu tahun terakhir.
“Pertemuan ini menjadi evaluasi agar program terus mengalami peningkatan kualitas dari tahun ke tahun,” jelas Handria.
Ke depan, NCHBM akan fokus sebagai pusat pelatihan ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi unik tiap nagari. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem nagari yang lebih inovatif dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi global.






