Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat dengan mengukuhkan Bunda Literasi di setiap kelurahan dan kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Pada hari pengukuhan, Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelantikan para bunda literasi di seluruh wilayah Pekanbaru. “Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengukuhkan Bunda-bunda Literasi di setiap Kelurahan dan Kecamatan se kota Pekanbaru. Artinya, ini semakin meningkatkan potensi kita untuk membangun budaya baca bagi masyarakat di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Sulastri menambahkan bahwa kehadiran para bunda literasi diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam menghidupkan kembali minat membaca, terutama di kalangan anak-anak. Ia menekankan pentingnya membaca buku sebagai kegiatan yang tidak bisa digantikan oleh aktivitas membaca melalui ponsel. “Dengan adanya bunda-bunda literasi ini, kita berharap antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, bisa tumbuh kembali. Kita ingin mereka kembali membaca buku bukan sekadar membaca dari ponsel, WhatsApp, atau Instagram,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang membangun kecerdasan pengetahuan dan budi pekerti untuk mendukung pembangunan kota. “Literasi itu bagaimana membuat masyarakat kita cerdas dan memiliki pengetahuan. Dengan kecerdasan dan budi pekerti, pemerintah akan lebih mudah membangun masyarakat, karena seluruh pembangunan ditujukan untuk mereka,” ungkapnya.
Muhammad Amin juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung minat baca masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah membaca hal-hal yang positif dan mendewasakan. “Membaca hal yang positif secara otomatis akan mempermudah pemerintah membangun kota yang kita cintai ini,” katanya.
Penguatan gerakan literasi hingga tingkat kelurahan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan kegiatan masyarakat, termasuk melalui posyandu dan program Bunda PAUD. “Harapannya kedepan, di setiap posyandu yang ada di kota Pekanbaru bisa disiapkan pojok- pojok baca. Jika pojok baca tersedia, masyarakat punya ruang untuk mengakses bahan bacaan,” jelasnya.
Selain pojok baca fisik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mendorong digitalisasi bahan bacaan hingga ke posyandu, mengingat pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya remaja, kini lebih banyak berasal dari konten digital. “Ini yang kita harapkan, bagaimana digitalisasi bisa masuk sampai ke posyandu. Hari ini, banyak masyarakat terutama remaja lebih sering membaca konten yang kadang justru menimbulkan masalah,” ujar Muhammad Amin. Ia berharap, “Dengan literasi digital yang terarah ini, masyarakat diharapkan memperoleh bahan bacaan yang lebih berkualitas dan mendukung pembentukan karakter positif. Tentunya Setelah dikukuhkan para ibu lurah, dan ibu camat bisa menggerakkan keluarga untuk aktif dalam kegiatan literasi.”






