Nevi Zuairina Dorong Telkom Utamakan Pelanggan dan UMKM

oleh -266 Dilihat
rdp-komisi-vi-dpr-ri,-nevi-zuairina-ingatkan-telkom-lebih-pro-pelanggan-dan-pro-umkm
RDP Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina Ingatkan Telkom Lebih Pro-Pelanggan dan Pro-UMKM

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, kembali menyoroti kinerja PT Telkom Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung pada tanggal yang tidak disebutkan. Fokus utama pembahasan adalah peran strategis Telkom dalam mempercepat digitalisasi nasional.

Nevi menekankan perlunya transformasi Telkom yang lebih berorientasi pada pelanggan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Pentingnya Telkom melakukan transformasi yang lebih pro-pelanggan dan pro-UMKM,” ujarnya.

Legislator tersebut menyoroti kontribusi signifikan Telkom kepada negara, yang mencapai Rp241,5 triliun dalam lima tahun terakhir. Namun, ia menilai bahwa capaian ini belum memadai jika masih banyak masyarakat, terutama di luar Jawa, yang mengeluhkan tarif Indihome yang mahal dan kualitas layanan yang buruk. “Ini tentu capaian besar, tapi belum cukup jika masih banyak masyarakat, terutama di luar Jawa, yang mengeluhkan mahalnya tarif Indihome dan buruknya kualitas layanan,” ungkapnya.

Nevi mendesak Telkom untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian fiskal, tetapi juga memprioritaskan akses internet yang terjangkau dan layanan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia.

Dalam forum tersebut, Nevi juga mempertanyakan transparansi struktur tarif Telkomsel, yang dinilai masih mahal meskipun menguasai lebih dari 50% pangsa pasar seluler. “Saya mengusulkan Telkom membuka biaya pokok penyediaan layanan untuk mencegah potensi penyalahgunaan posisi dominan,” tegasnya. Ia menambahkan, “Kami ingin ada evaluasi independen, termasuk KPPU, untuk memastikan hak konsumen terlindungi.”

Nevi juga menyoroti rendahnya penetrasi layanan digital Telkom di kalangan pelaku UMKM daerah. Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil mengalami kesulitan dalam mengakses platform seperti PaDi UMKM, OSS, dan e-Katalog LKPP. “Jangan cuma jadi etalase digital, tapi harus ada pendampingan nyata di lapangan,” katanya. Ia juga meminta Telkom untuk membeberkan data transaksi dan jumlah UMKM aktif di platform tersebut.

Menanggapi masuknya pemain global seperti Google Cloud, AWS, dan Microsoft Azure, Nevi mendorong Telkom untuk lebih agresif dalam mengembangkan data center dan layanan cloud lokal. “Manfaatkan keunggulan infrastruktur nasional untuk bersaing,” tambahnya. Ia juga menyarankan agar Telkom membangun kemitraan strategis terbuka agar tetap relevan di pasar digital yang semakin ketat. “Kalau perlu, bangun kemitraan strategis terbuka agar tetap relevan di pasar digital yang kian ketat,” ujarnya.

Nevi juga mengingatkan Telkom untuk mempercepat optimalisasi infrastruktur untuk layanan publik, termasuk sekolah dan puskesmas. Ia meminta Telkom untuk membuka skema pemanfaatan kapasitas idle demi pemerataan internet di daerah tertinggal.

“Stagnasi karier dan budaya birokratis di internal harus diakhiri,” pungkasnya. Ia juga menyampaikan harapannya terhadap program 100 hari Direksi baru, “Kami menunggu hasil nyata dari program 100 hari Direksi baru.”