Pekanbaru – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Riau menargetkan peningkatan signifikan jumlah arsitek bersertifikasi di wilayahnya. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke VII IAI Riau yang diselenggarakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan fokus pada peningkatan profesionalisme arsitek.
Ketua IAI Riau, Sam Ani Huda, menyatakan bahwa percepatan sertifikasi dan lisensi menjadi prioritas utama. “Saat ini, jumlah anggota IAI Riau tercatat 502 orang, sementara arsitek yang telah memiliki STRA baru mencapai 135 orang dengan 13 klasifikasi utama dan 122 klasifikasi lainnya yang tersebar di Provinsi Riau, termasuk Kota Pekanbaru,” ungkapnya.
Huda menambahkan, pihaknya akan mendorong lebih banyak arsitek untuk meningkatkan kompetensi mereka. “Ke depan, kami ingin mendorong lebih banyak arsitek, baik lulusan baru maupun yang telah berpengalaman, untuk mengurus dan meningkatkan jenjang kompetensinya,” ujarnya.
Rencana pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) Arsitek di Riau diharapkan dapat mempermudah proses sertifikasi. “Keberadaan TUK di Riau akan mempermudah arsitek lokal tanpa harus mengikuti uji kompetensi ke luar daerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia arsitektur di provinsi ini,” kata Huda.
Selain sertifikasi, IAI Riau juga berupaya mempercepat penerbitan lisensi arsitek sebagai syarat pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Riau dan Biro Hukum telah dilakukan untuk mempercepat regulasi tersebut. “Kami berharap dukungan penuh dari Gubernur Riau. Lisensi ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek dan PP Nomor 15 Tahun 2021, di mana lisensi disahkan oleh kepala daerah,” jelas Huda.
IAI Riau juga mengklaim sebagai provinsi pertama yang mengintegrasikan rekening anggota dengan sistem perbankan. “Melalui kerja sama dengan BNI 46, kartu anggota IAI kini dapat berfungsi sebagai kartu debit, e-money, dan ATM, yang memudahkan transaksi dan administrasi keanggotaan. Ini adalah langkah konkret modernisasi organisasi dan peningkatan layanan bagi anggota,” pungkas Huda. Ia menambahkan, “Disini kita juga akan merangkum arah kebijakan IAI Riau dengan tiga fokus utama yakni meningkatkan jumlah arsitek IAI Riau yang memiliki STRA, mengoperasikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Arsitek Riau sebagai tempat uji kompetensi, dan mendorong pertumbuhan dan pemerataan peluang kerja arsitek untuk periode kepengurusan berikutnya.”
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Novri Ilham, menekankan pentingnya peran arsitek dalam pembangunan infrastruktur di Riau. “Pembangunan yang besar tidak akan berarti tanpa perencanaan yang kuat. Dan perencanaan yang kuat tidak mungkin hadir tanpa arsitek yang profesional, visioner, dan bermartabat,” ujarnya.
Novri berharap IAI Riau dapat memberikan rekomendasi strategis dan mendorong inovasi desain yang responsif terhadap lingkungan. “Kami berharap IAI Riau mampu memberikan rekomendasi strategis yang berbasis keilmuan, mendorong penerapan bangunan ramah lingkungan, serta menghadirkan inovasi desain yang responsif terhadap lingkungan dan berakar pada identitas budaya Melayu,” tutupnya.






