Muhidi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Hari Lahir Pancasila

oleh -10 Dilihat
hari-lahir-pancasila-2026,-muhidi-ajak-masyarakat-memperkuat-persatuan-dan-kebersamaan
Hari Lahir Pancasila 2026, Muhidi Ajak Masyarakat Memperkuat Persatuan dan Kebersamaan

Padang – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momen memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.

Ajakan itu disampaikan usai Muhidi menghadiri Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, pimpinan lembaga, aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Muhidi menegaskan Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila perlu dimaknai sebagai ajang refleksi untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

“Para pendiri bangsa telah mengorbankan jiwa, raga, dan pemikiran mereka demi lahirnya Indonesia yang merdeka dan bersatu. Tugas kita hari ini adalah memahami, mengamalkan, dan mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhidi.

Ia menilai tantangan bangsa saat ini tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun sikap saling menghargai di tengah masyarakat.

Muhidi juga menyebut nilai-nilai Pancasila sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurut dia, keduanya menjadi fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, toleran, dan menjunjung kebersamaan.

“Kita membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Dengan semangat itu, seluruh potensi yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong kemajuan daerah,” katanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menghindari sikap diskriminatif dan merasa paling benar. Muhidi menilai perbedaan adalah hal wajar dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Berbeda itu pasti. Yang tidak boleh adalah diskriminasi. Kita wajib bekerja secara benar dan mempertahankan kebenaran, tetapi merasa paling benar justru dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Muhidi mengapresiasi pelaksanaan upacara yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Menurut dia, kebersamaan itu menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kehadiran seluruh unsur pemerintahan menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergitas terus terjaga. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan Sumatera Barat,” ujarnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” Tema ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, serta pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.