KKP Petakan Kerusakan, Percepat Pemulihan Perikanan di Agam

oleh -10 Dilihat
kkp-percepat-rehabilitasi-sektor-perikanan-pascabencana-di-agam
KKP Percepat Rehabilitasi Sektor Perikanan Pascabencana di Agam

Bukittinggi – Pemerintah Kabupaten Agam membidik peluang peningkatan nilai ekonomi produk perikanan lokal di tengah upaya pemulihan pascabencana. Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah, limbek salai.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan momentum pemulihan ini sebagai titik balik bagi pelaku usaha lokal. Ia berharap sinergi dengan KKP tidak sekadar menyalurkan bantuan rehabilitasi, tetapi juga mencakup penguatan legalitas dan pengembangan industri pengolahan ikan.

“Bantuan pusat sangat diharapkan agar aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor ini dapat segera bangkit kembali,” tegas Benni.

Ia optimistis bahwa koordinasi lintas sektor ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mengantar produk khas daerah menembus pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, KKP saat ini tengah melakukan pemetaan mendalam terhadap kerusakan sektor perikanan di wilayah tersebut. Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP KKP, Budi Yuwono, telah meninjau langsung lokasi terdampak, seperti Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan, pada Jumat (23/7).

Budi menjelaskan bahwa data lapangan tersebut menjadi acuan utama pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan. Hal ini dilakukan untuk menjamin dukungan rehabilitasi bagi pembudidaya dan pengolah ikan tepat sasaran.

“Kami ingin melihat kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar tepat sasaran untuk pemulihan sektor budidaya maupun pengolahan hasil perikanan,” ujar Budi saat berada di Mess Pemkab Agam.

Kehadiran tim KKP pun disambut positif oleh jajaran Pemkab Agam sebagai angin segar bagi ekonomi daerah. Pemetaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam memulihkan sektor perikanan yang sempat terpuruk akibat bencana alam.