WWF dan Jerhemy Owen Tanam 250 Ribu Bibit Pohon

oleh -40 Dilihat

Bener Meriah – Ekonomi masyarakat lokal dan habitat Gajah Sumatra kini menjadi fokus utama dalam gerakan pemulihan ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Aceh. Sebanyak 250.000 bibit pohon disalurkan melalui kolaborasi antara WWF-Indonesia dan influencer Jerhemy Owen lewat program “Wenanam”.

Inisiatif ini dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Bibit yang dibagikan terdiri dari jenis tanaman bernilai ekonomi tinggi serta vegetasi pionir untuk restorasi habitat alami satwa.

Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menegaskan bahwa kunci keberhasilan konservasi terletak pada keterlibatan aktif warga lokal. Ia menilai, pemulihan alam harus dibarengi dengan penguatan ekonomi agar tercipta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

“Konservasi tidak akan berhasil jika hanya berfokus pada satwa atau hutan. Restorasi habitat harus berjalan seiring dengan pemulihan sumber kehidupan warga,” tegas Dewi.

Senada dengan hal tersebut, Jerhemy Owen memandang program ini sebagai upaya konkret memperbaiki relasi antara manusia dan satwa yang sempat terganggu. Ia berharap aksi kolektif ini mampu memulihkan kebun masyarakat yang terdampak sekaligus memperbaiki ekosistem gajah.

“Ada masyarakat yang kehilangan kebun dan perlu memulihkan penghidupannya, ada habitat yang perlu diperbaiki, dan ada hubungan antara manusia dan gajah yang perlu kita bangun kembali,” ungkap Jerhemy.

Saat ini, penanaman perdana telah dilakukan di sekitar Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan dengan melibatkan relawan lintas generasi. Bibit-bibit tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke tujuh desa untuk dikelola secara langsung oleh warga.

Program ini merupakan bagian dari Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI). Gerakan ini mendapatkan dukungan luas dari pemerintah daerah, akademisi, hingga mitra internasional demi menjamin keberlanjutan konservasi di masa depan.