Payakumbuh – Polemik pembangunan Pasar Payakumbuh terus bergulir. Sikap dua orang yang mengatasnamakan Anak Nagari Koto Nan Ompek, Ujang Firman dan Adrian Danoes, menuai sorotan.
Keduanya dinilai mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemko) terkait pembangunan pasar dan meminta penghentian polemik.
Irman Boy, tokoh muda Anak Nagori Koto Nan Ompek, menyayangkan sikap Ujang Firman dan Adrian Danoes.
Menurutnya, kedua orang tersebut tidak hadir dalam Silaturahmi Akbar Anak Nagori Koto Nan Ompek pada 9 Januari 2026 lalu.
“Inilah akibat anak nagari tidak ikut hadir ke Balai Adat pada Silaturahmi Akbar tanggal 9 Januari lalu,” ujar Irman Boy, Minggu (18/1/2026).
Irman Boy menegaskan, jika merasa sebagai Anak Nagari, seharusnya membela kepentingan nagari.
“Ketika seluruh komponen Anak Nagari yaitu Ompek Jinih membela harta pusako tinggi nagari berupa tanah ulayat nagori yang juga kehormatan nagari maka tentu akan aneh apabila ada anak justru membela pihak luar,” tegasnya.
Senada dengan Irman Boy, Nasrul Pitopang, Guru Silat dari Pakan Sinayan, juga menyayangkan ketidakhadiran Ujang Firman dan Adrian Danoes dalam acara silaturahmi.
“Kesepakatan dan Surat Pernyataan sudah dibuat di atas Balai Adat Nan Duo untuk membela tanah ulayat sampai kemanapun,” kata Nasrul.
Ia menambahkan, tetap terbuka ruang untuk bermusyawarah dengan syarat Pemko duduk bersama dengan Niniak Mamak.
Anton Raymonde Dt. Bangso Nan Putiah, Tokoh Pemuda dari Pasukuan Simabua Balai Nan Duo, meminta agar informasi yang didapatkan tidak sepotong-sepotong.
“Saya masih bingung dan bertanya, kok masih ada anak nagori yang membela pihak luar dan termakan info yang salah,” ujarnya.
Anton Raymonde menegaskan, pihaknya mendukung pembangunan pasar, namun karena berdiri di atas tanah ulayat nagori, maka harus ada musyawarah dengan Niniak Mamak dan Ompek Jinih.
Ia juga menyoroti keterlibatan beberapa orang Niniak Mamak oleh Pemko yang mengatasnamakan Nagari.
“Tanah Ulayat ini milik bersama nagori, bukan milik pribadi atau kepentingan beberapa Niniak Mamak saja,” tegasnya.
Anton Raymonde juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memperkeruh suasana dalam masalah tanah ulayat Pasar Syarikat Payakumbuh.
Anak Nagori Koto Nan Ompek dalam Surat Pernyataan menyatakan dukungan penuh pembangunan Pasar Syarikat dengan syarat mengikuti aturan adat salingka nagori Koto Nan Ompek.






