Integrasikan Falsafah Minang untuk Bentuk Generasi Emas Berkualitas

oleh -9 Dilihat
gubernur:-keseimbangan-keimanan,-iptek,-dan-karakter-menjadi-kunci-pendidikan-masa-depan
Gubernur: Keseimbangan Keimanan, IPTEK, dan Karakter Menjadi Kunci Pendidikan Masa Depan

Padang – Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) didorong untuk mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau ke dalam kurikulum pendidikan modern. Langkah ini dinilai krusial untuk mencetak generasi emas yang seimbang antara kecerdasan intelektual, sosial, dan spiritual.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Tali Tigo Sapilin serta Tungku Tigo Sajarangan dalam sistem pembelajaran. Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI di Hotel Imam Bonjol, Kamis (2/7/2026).

Menurut Mahyeldi, kolaborasi antara alim ulama, niniak mamak, dan cadiak pandai merupakan formula efektif untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak mulia. Ia mengambil contoh tokoh nasional seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir sebagai figur yang sukses mengawinkan kecerdasan spiritual dan intelektual.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya peserta didik yang memiliki karakter Islami, adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ungkap Mahyeldi dalam sambutannya.

Selain peran institusi pendidikan, Gubernur juga menyoroti peran strategis kaum ibu dalam pembentukan karakter anak di lingkungan rumah. Ia menilai dukungan orang tua menjadi fondasi utama sebelum anak menempuh pendidikan di sekolah.

Momentum tersebut sekaligus menandai peringatan hari lahir ke-60 YPBWI. Mahyeldi memberikan apresiasi atas dedikasi panjang yayasan tersebut dalam mencerdaskan kehidupan bangsa selama enam dekade.

“Enam puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menyatakan dukungan penuh untuk bersinergi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif. Diharapkan, workshop ini menjadi langkah strategis bagi pendidik untuk terus memperbarui pola pengajaran agar relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bunda PAUD Sumbar, Harneli Mahyeldi, jajaran pejabat daerah, serta pengurus YPBWI dari berbagai wilayah di Indonesia.