Huntara Batang Anai Diresmikan, Korban Banjir Segera Huni

oleh -195 Dilihat
siap-diresmikan-25-januari,-andre-rosiade:-huntara-korban-banjir-di-batang-anai-segera-dihuni
Siap Diresmikan 25 Januari, Andre Rosiade: Huntara Korban Banjir di Batang Anai Segera Dihuni

Padang Pariaman – Warga Sumatera Barat yang menjadi korban banjir dan galodo dapat segera menempati hunian sementara (Huntara) yang layak. Pemerintah menargetkan Huntara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, siap huni pada 25 Januari 2026.

Kepastian ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat meninjau langsung kesiapan Huntara, Senin (19/1/2026).

Andre memastikan pembangunan Huntara berjalan sesuai target dan akan segera diserahterimakan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Insya Allah, Sabtu 25 Januari 2026 ini akan diresmikan,” kata Andre. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sekadar punya tempat berteduh, tetapi juga merasa nyaman.”

Pembangunan Huntara ini mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun hunian sementara dengan standar yang lebih manusiawi.

Spesifikasi bangunan ditingkatkan, termasuk tinggi atap menjadi tiga meter dan pemasangan plafon agar suhu ruangan tetap sejuk.

Setiap unit Huntara juga akan dilengkapi dengan kasur, kipas angin, dan lemari.

Pembangunan Huntara dilakukan serentak di tiga wilayah terdampak bencana terparah.

Di Batang Anai, Padang Pariaman, dibangun 40 unit dengan progres 90 persen.

Di Tanjung Raya, Agam, dibangun 50 unit (30 di Linggai dan 20 di Bancah).

Sementara di Malalo, Tanah Datar, dibangun 28 unit Huntara.

Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, menjelaskan kawasan Huntara dilengkapi fasilitas komunal seperti toilet, dapur umum, area cuci jemur, dan ruang komunal.

Setiap unit juga terhubung dengan listrik 900 watt dan Wi-Fi.

Tersedia pula lahan terbuka untuk lapangan olahraga.

Andre Rosiade menegaskan percepatan pembangunan Huntara adalah komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pascabencana.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga yang terdampak,” pungkasnya.