Gubernur Sumbar Genjot Percepatan Tol Sicincin – Bukittinggi

oleh -39 Dilihat
gubernur-sumbar-minta-dukungan-penuh-seluruh-pihak-untuk-percepatan-ruas-tol-sicincin-–-bukittinggi
Gubernur Sumbar Minta Dukungan Penuh Seluruh Pihak untuk Percepatan Ruas Tol Sicincin – Bukittinggi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang, khususnya pada ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin. Langkah ini dimatangkan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Dedy Gunawan, serta Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro.

Gubernur Mahyeldi menegaskan, seluruh pihak harus memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini karena statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, pembangunan ruas Sicincin-Padang Panjang-Bukittinggi yang telah direncanakan sejak 2024 ini sangat krusial bagi kepentingan masyarakat luas.

“Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas. Kehadiran tol ini akan memberikan kemudahan akses transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, meski terdapat tantangan di lapangan, sinergi lintas sektor dan komunikasi yang baik akan menjadi kunci penyelesaian proyek. Pemprov Sumbar berkomitmen penuh untuk terus mengawal kelancaran pembangunan bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, menekankan pentingnya kolaborasi nyata di lapangan tanpa terhambat ego sektoral. Ia meminta agar seluruh pihak bekerja sesuai prinsip tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, dan tepat kualitas.

Muhibuddin juga menyoroti pentingnya perlindungan hak masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan. Ia meminta pemerintah daerah untuk terus membangun komunikasi intensif dengan masyarakat adat dan nagari agar tidak ada pihak yang dirugikan selama proses pembangunan berlangsung.

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengintensifkan koordinasi untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang, khususnya pada ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin. Langkah ini dibahas dalam rapat pendahuluan yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin. Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Dedy Gunawan, serta Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro.

Gubernur Mahyeldi menegaskan, seluruh pihak harus memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Mengingat statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan tol ini dinilai krusial bagi kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas.

“Karena ini merupakan Proyek Strategis Nasional, tentu kita di daerah harus memberikan dukungan penuh. Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, pembangunan ruas Sicincin-Padang Panjang-Bukittinggi telah direncanakan sejak 2024. Rapat ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala teknis maupun non-teknis di lapangan.

Mahyeldi meyakini, melalui komunikasi yang baik dan sinergi lintas sektor, setiap tantangan dalam proyek ini dapat diatasi. Ia berharap kehadiran jalan tol nantinya mampu mempermudah akses transportasi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian proyek ini bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, menekankan pentingnya kolaborasi nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Ia meminta agar komitmen yang dibangun tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui aksi konkret di lapangan.