Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Salah satu langkahnya adalah dengan meresmikan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tiga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi meluncurkan BLUD di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar, UPTD Ternak Unggas, dan UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Semen Beku (BPTSB) Tuah Sakato, Senin (19/1/2026).
Mahyeldi mengatakan, penerapan BLUD ini diharapkan dapat mengubah pola kerja birokrasi menjadi lebih melayani, adaptif, dan inovatif.
“BLUD memberikan ruang bagi unit layanan untuk lebih mandiri dan profesional,” kata Mahyeldi.
Ia menambahkan, fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki BLUD harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gubernur juga mendorong UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar untuk menjadi ikon layanan publik modern berbasis digital.
Ia meminta agar sistem pendaftaran dan rekam medis berbasis aplikasi segera diterapkan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung kemandirian pengelolaan pendapatan.
Untuk UPTD Ternak Unggas, Mahyeldi menekankan pentingnya penguatan hilirisasi.
Ia berharap UPTD tersebut tidak hanya fokus pada produksi bibit, tetapi juga berinovasi dalam penyediaan pakan berkualitas dengan harga kompetitif melalui kemitraan.
Sementara itu, untuk UPTD BPTSB Tuah Sakato Payakumbuh, Gubernur mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi produksi, khususnya teknologi sexing pada semen beku.
Hingga saat ini, Sumbar telah memiliki 55 unit BLUD yang berkontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mahyeldi berharap, keberadaan BLUD di sektor peternakan dapat terus meningkatkan kinerja tanpa membebani masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Sukarli, menambahkan bahwa UPTD Rumah Sakit Hewan Sumbar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis, pengembangan SDM, serta penerapan teknologi terkini di bidang kesehatan hewan.
Sukarli optimistis, BLUD Rumah Sakit Hewan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
PAD yang sebelumnya ditargetkan Rp1,7 miliar, diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,4 miliar pada akhir 2025.






